Transformasi Gudang Jadi Pusat Belajar Modern: Menteri PU Dody Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi

Kunjungan Menteri Dody ini adalah untuk meninjau langsung seluruh fasilitas pembangunan Tahap I C SRT 30 Medan yang rampung pada Agustus 2025.

bogortraffic.com, BOGOR – Dari luar, bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan sekilas tampak seperti deretan gudang industri modern. Namun, suasana berubah hangat ketika Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melangkah masuk, disambut tarian Nusantara dan musik gondang dari para siswa.

Kunjungan Menteri Dody ini adalah untuk meninjau langsung seluruh fasilitas pembangunan Tahap I C SRT 30 Medan yang rampung pada Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

SRT merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menghadirkan fasilitas pendidikan baru yang kini berdiri megah di kawasan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.

Menteri Dody melakukan kunjungan menyeluruh ke ruang kelas, asrama siswa dan guru, hingga ruang makan.

“Bangunan ini tidak hanya tempat belajar, tapi juga rumah kedua bagi anak-anak kita. Saya ingin memastikan suasananya nyaman, fasilitasnya lengkap, dan anak-anak belajar dengan gembira,” kata Menteri Dody Hanggodo.

Menteri Dody menyempatkan diri berbincang santai sambil menikmati hidangan rujak bersama para murid dan guru. SRT 30 Medan memiliki kapasitas empat rombongan belajar (rombel), terdiri dari 2 untuk tingkat SD dan 2 untuk SMA, dengan total 96 siswa.

“Kita ingin memastikan semangat belajar mereka tidak berkurang, karena dengan semangat itu, mereka akan terus berusaha untuk maju,” ujar Menteri Dody.

Dukungan renovasi bangunan eksisting milik BBPVP Medan dilakukan Kementerian PU mencakup asrama siswa dan guru sebanyak 36 kamar dan 36 toilet, workshop, masjid dan ruang makan bersama, lapangan olahraga, serta ruang terbuka untuk kegiatan produktivitas.

Pekerjaan renovasi SRT 30 Medan masuk dalam Sekolah Rakyat Tahap I C yang dilaksanakan sejak 25 Juli hingga 23 Agustus 2025, mencakup enam paket pekerjaan utama, termasuk renovasi gedung, pemasangan CCTV, pengadaan meubelair, dan perbaikan jaringan.

Kepala Sekolah SRT 30 Medan Syahripal Putra menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Kementerian PU.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian PU, terutama kepada Bapak Presiden Prabowo. Kini anak-anak belajar dan tinggal di tempat yang jauh lebih layak dan membanggakan. Sekolah ini tidak hanya tampak indah, tapi juga memberi rasa nyaman dan semangat baru bagi kami semua,” ujar Syahripal.

Menurut Syahripal, dengan adanya fasilitas lengkap ini, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih disiplin dan produktif, serta mendorong siswa untuk lebih percaya diri. Bangunan yang dulu tampak seperti gudang industri telah berubah menjadi pusat pembelajaran yang modern dan manusiawi.

Untuk Propinsi Sumatera Utara, Sekolah Rakyat telah berdiri di 6 lokasi pada Tahap I, dan rencananya akan dilanjutkan pembangunan secara permanen pada Tahap II sebanyak 5 sekolah baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan