Perkuat Karakter Siswa, BPIP Bagikan 2.430 Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila

BPIP serahkan 2.430 Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di Pamekasan untuk perkuat karakter siswa hadapi tantangan digital dan radikalisme.

bogortraffic.com, PAMEKASAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memperkuat komitmennya dalam membentengi generasi muda dari tantangan era digital.

Melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertajuk “Kajian Strategi Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Membentuk Karakter Siswa” di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (26/2/2026), BPIP menegaskan pentingnya Pancasila sebagai arus utama pendidikan.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPIP Prof. Drs. KH. Yudian Wahyu M.A., Ph.D secara simbolis menyerahkan 2.430 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada Bupati Pamekasan sebagai dukungan konkret penguatan karakter di satuan pendidikan.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menekankan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan arus informasi tanpa filter, pendidikan Pancasila tidak boleh sekadar menjadi teori di dalam kelas.

“Pendidikan Pancasila bukan sekadar transfer pengetahuan. Ia adalah proses pembentukan watak dan kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari peserta didik,” tegas Yudian Wahyudi.

Ia menambahkan bahwa karakter yang kuat adalah kunci agar siswa tidak mudah terpengaruh dampak negatif teknologi.

“Kalau karakter anak-anak kita kuat, mereka tidak akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tambahnya.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan

Bupati Pamekasan, Dr. K.H. Kholilurrahman, S.H, M.Si., menyambut baik dukungan BPIP. Menurutnya, bantuan ribuan buku tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak di Pamekasan yang dikenal religius dan kaya budaya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPIP atas bantuan 2.430 Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila. Ini bukan sekadar bantuan buku, tetapi investasi jangka panjang dalam membangun karakter anak-anak Pamekasan,” ujar Bupati Kholilurrahman.

Deputi Pengkajian dan Materi BPIP, Dr. Surahno S.H., M.Hum., mengulas pentingnya memahami sejarah perumusan dasar negara agar nilai-nilai tersebut dapat diaktualisasikan dalam kebijakan negara dan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Pengkajian Implementasi PIP BPIP, Dr. Irene Camelyn Sinaga, mengingatkan bahwa karakter tumbuh dari pembiasaan yang berulang.

“Karakter tidak dibentuk secara instan. Ia tumbuh dari pembiasaan yang berulang—dari cara siswa diajak hidup disiplin, hemat, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa cinta tanah air,” jelas Irene Camelyn Sinaga.

Senada dengan hal tersebut, Sapto Aji dari Kemendikdasmen menekankan pentingnya metode deep learning agar peserta didik dapat merasakan dan melakukan nilai Pancasila dalam keseharian mereka.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini menjadi momentum strategis bagi Jawa Timur, khususnya Pamekasan, dalam memastikan proses internalisasi nilai-nilai dasar negara berjalan secara sistematis dan berkelanjutan demi membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan