Kepala BPIP Ajak Milenial Jaga Persatuan di Ruang Digital Selama Ramadan

Kepala BPIP Yudian Wahyudi ajak generasi muda Batam jaga persatuan di ruang digital selama Ramadan & waspadai hoaks demi menjaga nilai Pancasila.

bogortraffic.com, BATAM – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan persatuan, terutama di tengah tantangan arus digital pada bulan suci Ramadan ini.

Dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (19/2/2026), Yudian memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan di media sosial.

Bacaan Lainnya

“Kita menyadari era saat ini sangat memudahkan kita, tetapi di sisi lain ruang digital juga menjadi suburnya hoax, ujar kebencian, radikalisme serta polarisasi sosial yang berpotensi merusak persatuan,” ujar Yudian Wahyudi.

Pancasila sebagai Kompas Moral di Era Digital

Yudian menegaskan bahwa Pancasila hadir sebagai pedoman kuat yang menuntun cara berpikir dan bertindak masyarakat, baik dalam kehidupan nyata maupun saat berinteraksi di dunia maya.

“Pancasila bukan sekedar dasar negara, melainkan sistem nilai yang menghidupkan etika baik di ruang nyata maupun digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai ketuhanan harus menuntun masyarakat untuk menjunjung toleransi dan saling menghormati. Menurutnya, “Kota Batam dapat menjadi contoh harmonisasi antara modernitas nilai kebangsaan.”

Batam sebagai Miniatur Indonesia dan Benteng Ideologi

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Dr. Ir. Prakoso, M.M., menyoroti posisi strategis Batam sebagai daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Menurutnya, interaksi global yang intens di Batam harus tetap berakar pada Pancasila agar jati diri bangsa tidak terkikis teknologi.

“Mereka diharapkan tidak menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi penjaga ruang digital agar tetap sehat, produktif,” papar Prakoso mengenai peran generasi muda.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, Muhamad Iksan, mewakili Gubernur Kepri, menyebut Batam sebagai miniatur Indonesia karena masyarakatnya yang sangat heterogen namun tetap toleran.

Saring Sebelum Sharing di Bulan Ramadan

Muhamad Iksan mengungkapkan bahwa Kota Batam telah meraih Indeks Harmoni Indonesia dari Kemendagri. Ia pun mengajak warga untuk lebih bijak dalam mengelola informasi, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Jika kita menerima informasi saring dulu tidak langsung percaya bahkan ngesharing karena mematik dan memicu perpecahan,” ajak Iksan.

Ia meyakini bahwa dengan menjadikan Pancasila sebagai roh dalam setiap tindakan dan interaksi sosial, stabilitas di ruang publik maupun digital akan tetap terkendali. “Maka dengan Pancasila-lah kita yakin semua akan terkendalikan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan