bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus strategi nasional untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur pendidikan yang layak adalah fondasi utama dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing global.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Alokasi Anggaran Rp1,53 Triliun dan Progres Konstruksi
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dibagi menjadi dua paket besar dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,53 triliun yang bersumber dari APBN TA 2025–2026:
-
Paket Aceh 1 (Rp782,29 Miliar): Meliputi wilayah Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Hingga 30 Januari 2026, progres fisik mencapai 2,81% dan ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026.
-
Paket Aceh 2 (Rp757,05 Miliar): Mencakup Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Saat ini progres mencapai 1,70% dengan target penyelesaian pada 14 Agustus 2026.
Proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor BUMN terkemuka, yakni KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk Paket 1, serta PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk Paket 2.
Fasilitas Terpadu di Lahan hingga 10 Hektare
Berbeda dengan tahap rintisan, Sekolah Rakyat Tahap II ini dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare. Setiap lokasi akan menjadi pusat pembelajaran terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas mumpuni:
-
Asrama: Tersedia asrama bagi siswa dan guru.
-
Teknologi: Ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, dan pusat pembelajaran digital.
-
Penunjang: Kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan, serta lapangan olahraga.
-
Mitigasi: Desain bangunan yang memperhatikan mitigasi risiko bencana untuk keamanan lingkungan belajar.
Skala Nasional dan Target Tahun Ajaran Baru
Secara nasional, program Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi di 32 provinsi. Program ambisius ini ditargetkan mampu menampung 112.320 siswa mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Hingga 23 Januari 2026, progres fisik nasional telah menyentuh angka 4,56%. Dengan sisa waktu pelaksanaan hingga Agustus 2026, Kementerian PU optimistis seluruh fasilitas Sekolah Rakyat Tahap II dapat mulai digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui proyek ini, Kementerian PU tidak hanya mendukung pemulihan fisik pascabencana di Aceh, tetapi juga memperkuat ketangguhan sosial dan ekonomi masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia.





