Wocare Bogor Harumkan Nama Indonesia Lewat Penghargaan Internasional di Bidang Perawatan Luka

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menerima CEO Wocare, Widasari Sri Gitarja di Balai Kota Bogor.

bogortraffic.com, BOGOR Sebuah klinik layanan kesehatan asal Kota Bogor, Wocare Indonesia, kembali mengukir prestasi di kancah dunia. Berbasis di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Wocare berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan prestisius dalam bidang perawatan luka dari ajang internasional di Abu Dhabi dan London.

Berawal dari dedikasi hampir dua dekade dalam dunia kesehatan, Wocare kini dikenal bukan hanya sebagai klinik perawatan luka, melainkan juga pusat pelatihan, riset, dan inovasi di bidang luka, stoma, dan inkontinensia.

Bacaan Lainnya

CEO Wocare, Widasari Sri Gitarja, menyampaikan kebanggaannya atas pengakuan dunia terhadap karya anak bangsa. Dalam kongres di Abu Dhabi, Wocare meraih IIWCG Awards 2025 untuk “Appreciation and Recognition of Your Valuable Contribution” serta IIWCG Achievement Award 2025 untuk “Leadership in Wound Care Advocacy”.

Tak berhenti di sana, di ajang Journal of Wound Care (JWC) Awards 2025 di London, Wocare kembali memborong dua penghargaan internasional: Bronze Award untuk “Compression Therapy for Venous and Lymphatic Disorder” dan Silver Award untuk “Innovation in Wound Care”.

“Alhamdulillah, inovasi kami yang dikembangkan di Kota Bogor bisa diakui dunia. Ini bukan proses instan, tapi hasil kerja keras selama 18 tahun,” kata Widasari di Balai Kota Bogor, Selasa (6/5/2025).

Luka Kanker dan Diabetes Jadi Fokus Perhatian

Berdasarkan data internal Wocare, luka kaki diabetes (diabetic foot ulcer) masih menjadi kasus terbanyak yang ditangani. Namun, jumlah pasien luka kanker, termasuk penderita ostomate atau pasien dengan stoma (lubang buatan di perut), juga terus meningkat.

Oleh karena itu, Wocare tidak hanya berfokus pada perawatan, tetapi juga edukasi gaya hidup sehat dan skrining dini. “Pencegahan tetap kunci. Banyak pasien kanker datang terlambat karena kurang pemahaman soal pola hidup sehat,” ujar Widasari.

Dukungan Pemerintah dan Figur Inspiratif

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut memberikan apresiasi dan menyebut Wocare sebagai bukti bahwa talenta lokal mampu berbicara di level global.

“Orang-orang hebat ini membawa nama Kota Bogor ke dunia internasional. Pemerintah siap mendukung agar perawat-perawat spesifik seperti ini bisa jadi duta kesehatan di luar negeri,” ujar Dedie.

Salah satu figur inspiratif di balik kesuksesan Wocare adalah Tuti Widiastuti, penyintas kanker usus yang kini menjadi penyemangat pasien baru di klinik. Tuti hidup dengan stoma sejak usia 25 tahun dan kini aktif memberikan edukasi lewat akun TikTok-nya @Tutyostomate.

“Saya pernah merasa putus asa. Tapi dari Wocare saya belajar bahwa luka bukan akhir, justru awal untuk hidup lebih sehat dan berarti,” tuturnya.

Peran Wocare dalam Kesehatan Publik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan bahwa keberadaan Wocare memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal perawatan pasien stoma.

“Perawatan stoma mahal. Wocare membantu masyarakat mendapat akses perawatan sekaligus edukasi, bahkan dengan bantuan seperti kantong stoma gratis dari pemerintah,” jelas Retno.

Selain itu, Wocare juga dikenal memiliki sekolah pelatihan perawatan luka satu-satunya di Indonesia, museum stoma, serta program skrining kaki gratis untuk penderita diabetes—upaya yang bertujuan mencegah amputasi dini.

Dengan capaian yang terus menanjak dan komitmen tinggi pada pelayanan kemanusiaan, Wocare membuktikan bahwa klinik lokal pun bisa menjadi pusat inovasi dunia. Kota Bogor pun kini punya satu nama lagi yang bisa dibanggakan di panggung global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan