RSUD Bakti Pajajaran Jadi Pionir Layanan Code Stroke di Bogor, Targetkan Penanganan Darurat 60 Menit

Bupati Bogor, Rudy Susmanto

bogortraffic.com, BOGOR – RSUD Bakti Pajajaran resmi melakukan lompatan besar dalam dunia medis dengan menghadirkan layanan Cardio Cerebro Vaskular Center (CCVC) dan Oncology Center (OC). Fasilitas mutakhir ini diresmikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto pada Rabu (4/3/2026).

Transformasi ini mencakup inovasi penanganan stroke Force Stroke (Code Sti) dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA), pembukaan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), pelayanan jantung anak, hingga layanan kemoterapi.

Bacaan Lainnya

Metode DSA: Layanan Premium Kini Hadir di Bogor

Bupati Bogor mengaku haru dan bangga melihat RSUD daerah mampu mengadopsi metode DSA yang dipopulerkan oleh Terawan Agus Putranto. Di Indonesia, teknologi ini baru dioperasikan oleh sekitar enam rumah sakit, dan kini Kabupaten Bogor menjadi salah satunya.

“Jika di sejumlah rumah sakit biaya satu kali tindakan dapat mencapai Rp60–70 juta, di RSUD Bakti Pajajaran layanan ini sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan,” ungkap Rudy Susmanto.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam menerapkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dengan alokasi APBD hampir Rp1 triliun per tahun. “Tujuan kami sederhana, memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Inovasi Code Stroke: Penanganan Maksimal 60 Menit

Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia A Santoso, menjelaskan bahwa layanan Force Stroke (Code Stroke) hadir untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke yang sangat tinggi di Indonesia.

“Melalui layanan Code Stroke, kami menargetkan waktu penanganan maksimal 60 menit sejak pasien tiba di IGD hingga mendapatkan tindakan. Dengan dukungan alat DSA, diagnosis pembuluh darah otak dapat dilakukan secara presisi dan tindakan trombektomi maupun intervensi vaskular bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat,” jelas Yukie Meistisia.

Layanan ini menjadi yang pertama di Bogor Raya, diperkuat oleh dr. Haris, Spesialis Neurologi Konsultan Vaskular Intervensi. Yukie menambahkan, hal ini dilakukan agar masyarakat Bogor mendapatkan pelayanan setara RS besar di Jakarta tanpa harus keluar daerah.

Pusat Pendidikan dan Kanker (Oncology Center)

Tak hanya stroke, RSUD Bakti Pajajaran kini menjadi rumah sakit pengampu pendidikan hospital-based neurologi dari Kementerian Kesehatan RI. Fasilitas DSA yang ada juga dimanfaatkan untuk intervensi jantung anak dan dewasa, termasuk penanganan penyakit jantung bawaan.

Untuk layanan kanker, rumah sakit bertransformasi menuju Oncology Center dengan mengembangkan layanan kemoterapi, imunoterapi, hingga riset stem cell. Bersamaan dengan peresmian ini, RSUD juga menerima sertifikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan