bogortraffic.com, BOGOR – Perwakilan Delegasi Uni Eropa (EU) bersama Pemerintah Jerman dan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur, untuk menindaklanjuti perkembangan Proyek Jalur Kereta Api Regional Surabaya (Surabaya Regional Railway Line/SRRL).
Proyek ini merupakan salah satu dari tiga proyek unggulan di Indonesia di bawah payung inisiatif Uni Eropa, Global Gateway.
Delegasi diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi. Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke Stasiun Pasar Turi, yang menjadi bagian dari pembangunan SRRL Fase 1, sekaligus proyek percontohan Global Gateway di sektor transportasi perkotaan.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempresentasikan ruang lingkup proyek SRRL Fase 1, perkembangan terkini, serta langkah kerja selanjutnya. Selain itu, pertemuan ini juga membahas area investasi prioritas di Jawa Timur dan potensi peluang bagi perusahaan Eropa untuk terlibat, khususnya di bidang transportasi, mobilitas, dan rantai nilai terkait.
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan KfW saat ini tengah mengembangkan SRRL Fase 1, yang akan mentransformasi mobilitas komuter antara Surabaya dan Sidoarjo, sekaligus memperkuat pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan metropolitan Surabaya Raya (Gerbangkertosusila).
Fase pertama proyek ini mencakup pembangunan sekitar 22 kilometer jalur ganda dan elektrifikasi, modernisasi lima stasiun, peningkatan sistem keselamatan perlintasan, pembangunan depo Sidotopo permanen, serta peningkatan kualitas layanan dengan interval keberangkatan hingga setiap 15 menit.
Setelah beroperasi sekitar lima tahun ke depan, jalur ini diproyeksikan mampu mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari, memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama operasional. Proyek ini juga diharapkan mampu menekan kemacetan jalan dan menurunkan biaya logistik di wilayah Jawa Timur.
Selain manfaat ekonomi dan sosial, proyek SRRL juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Dalam jangka panjang, proyek ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 150.000 ton CO₂ per tahun ketika fase kedua SRRL rampung pada 2045.
Proyek Jalur Kereta Api Regional Surabaya Fase 1 didanai melalui paket pembiayaan senilai EUR 296,8 juta, yang terdiri dari pinjaman lunak EUR 230 juta dan hibah EUR 6 juta dari Pemerintah Jerman melalui KfW, serta EUR 60,8 juta dari Kementerian Perhubungan Jerman. Perjanjian pinjaman dan hibah tersebut telah ditandatangani pada 30 Juni 2025, menandai tonggak penting proyek unggulan Global Gateway di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memainkan peran strategis dalam memastikan kelancaran perizinan, manajemen lintas pekerjaan, serta komunikasi yang transparan antar pemangku kepentingan.
“Investasi pada infrastruktur kereta api akan menentukan arah perkembangan sebuah kota dalam beberapa dekade mendatang. Karena alasan ini, kualitas sangat lah penting dan inilah yang dapat diberikan Jerman dan Eropa melalui Inisiatif Global Gateway,” kata Ralf Beste, Duta Besar Jerman untuk Indonesia.
“Jalur Kereta Api Regional Surabaya menunjukkan bagaimana Global Gateway menerjemahkan prioritas bersama menjadi infrastruktur konkret yang meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari—mobilitas yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih bersih bagi masyarakat, serta menjadi fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan. Kunjungan hari ini juga menyoroti peluang bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk bermitra dengan Indonesia di bidang transportasi dan mobilitas,” ujar Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Ia menyebut, proyek Kereta Api Surabaya Fase 1 sepenuhnya selaras dengan Nawa Bhakti Satya, sembilan program prioritas untuk pembangunan Jawa Timur di RPJMD 2025-2029.
“Di antaranya adalah ‘Jatim Akses’ yang diwujudkan dalam bentuk pemerataan pembangunan dan konektivitas antar wilayah. Peningkatan layanan kereta api regional melalui Proyek Kereta Api Surabaya telah masuk dalam 25 Rencana Aksi Rencana Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan (Sustainable Urban Mobility Plan/SUMP GKS+) Jawa Timur, kerangka kerja 20 tahun untuk modernisasi transportasi di seluruh wilayah. Proyek pembangunan ini pun telah tercantum dalam Perpres No. 12/2025 tentang RPJMN 2025-2029.” Tukasnya.






