Danantara Hadiri WEF 2026 Davos, Dinilai Jadi Angin Segar Ekonomi Indonesia

Danantara

bogortraffic.com, BOGOR- Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto bersama Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dinilai menjadi angin segar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Forum ekonomi global tersebut memiliki peran strategis, terutama karena sudah satu dekade tidak dihadiri langsung oleh pemimpin Indonesia.

Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dradjad Wibowo, menilai kembalinya Indonesia ke panggung WEF menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia.

Bacaan Lainnya

“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Itu forum tepat, para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi hadir di sana,” kata Dradjad Wibowo dalam wawancaranya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

WEF Dinilai Strategis Bangun Kepercayaan Investor

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada WEF 2026 yang akan digelar pada 19–23 Januari 2026 di Davos. Forum ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue” dan melibatkan para pemimpin dunia, pengusaha global, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Menurut Dradjad, kehadiran Danantara Indonesia dalam forum tersebut juga memiliki arti strategis untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia kepada komunitas global, khususnya terkait pengelolaan modal negara.

“Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” ujar penyandang gelar doktoral dari The University of Queensland, Australia itu.

Ia menilai WEF menjadi panggung ideal bagi Danantara untuk menjelaskan peran dan kapasitasnya sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang mengelola aset negara bernilai besar.

“Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF Indonesia ini,” katanya.

Danantara Didorong Manfaatkan Momentum Davos

Dradjad menekankan bahwa kehadiran Danantara di WEF 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun kepercayaan jangka panjang para investor dan pelaku usaha global.

“Untuk itu patut dijaga. Setelah dari WEF, persiapkan segalanya, supaya saat riset mereka atau intelijen bisnis mereka datang, mereka melihat yang membuat mereka mau masuk, dan nyaman dengan iklim dan ekosistemnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Presiden Indonesia telah absen dari ajang WEF selama sekitar 10 tahun. Presiden yang pertama kali hadir adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dengan pidato bertema ekonomi hijau. Pada WEF 2026, Presiden Prabowo dijadwalkan hadir bersama CEO Danantara Rosan Roeslani serta sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

WEF Jadi Jembatan Akses Modal Global

Secara terpisah, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menyatakan kehadiran Danantara di WEF akan dioptimalkan untuk memperkenalkan peran institusi secara global.

“Kehadiran kami di sini sekaligus juga memperkenalkan secara institusi. Kita juga memerlukan badan pengelolaan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik, dan kita bersiap sedia untuk menjadi mitra dari mitra-mitra global yang ada nanti,” katanya saat berbincang dengan media pada acara Coffee Morning Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurut Al-Arief, WEF menjadi ruang strategis untuk menjembatani kepentingan pembangunan nasional dengan akses terhadap modal global, sekaligus membangun engagement yang terstruktur dengan mitra internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan