PGE Tancap Gas Transisi Energi 2025, Kapasitas Panas Bumi Tembus 727 MW dan Ekspansi Proyek Strategis

Pertamina Geothermal Energy

 

bogortraffic.com, BOGOR – Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) dalam mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi. Melalui berbagai inisiatif strategis, PGE tidak hanya mendorong transisi energi nasional, tetapi juga memperluas perannya dalam ekosistem energi bersih global.

Bacaan Lainnya

Sepanjang tahun, Perseroan mencatat beragam capaian penting, mulai dari pengakuan atas praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, peningkatan kapasitas terpasang, hingga penguatan kolaborasi dengan mitra nasional dan global.

Kapasitas Terpasang Naik Jadi 727 MW

Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang Perseroan.

Kolaborasi Strategis dan Proyek Nasional

Di luar peningkatan kapasitas, PGE juga memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional. Pada Agustus, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW.

Selain itu, empat proyek PGE terpilih masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga US$ 613 juta.

Green Hydrogen dan Green Data Center

Guna memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem green hydrogen yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

PGE juga mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Pijakan Strategis Menuju Fase Berikutnya

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi menegaskan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi pengembangan PGE ke depan.

“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi. Fondasi ini menjadi pijakan strategis bagi PGE untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melalui percepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional. Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,” ujarnya.

Menuju Target 1,8 GW dan Net Zero 2060

Sejalan dengan visi sebagai world class green energy company, PGE tengah menggarap sejumlah proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029. Proyek tersebut meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.

Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat kontribusi PGE terhadap target Net Zero Emission 2060.

Pengakuan ESG dan Penghargaan Internasional

Komitmen keberlanjutan PGE tercermin dari berbagai pengakuan nasional dan internasional. PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar 2025 ESG Top-Rated Company versi Sustainalytics dengan skor 7,1 dan kategori Negligible Risk.

Di tingkat operasional, PGE meraih PROPER Emas untuk ke-14 kalinya berturut-turut di Area Kamojang dan ketiga kalinya di Area Ulubelu. Perseroan juga memboyong sejumlah penghargaan internasional, termasuk ASEAN Renewable Energy Project Awards, empat penghargaan IENA 2025 di Jerman, serta Gold Medal dan Special Prize pada SIIF 2025 di Korea Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan