bogortraffic.com, JAKARTA — Indonesia dinilai perlu mempercepat transformasi dari negara berbasis sumber daya alam (resource-rich country) menjadi negara berbasis kapabilitas industri dan teknologi (capability-driven country).
Penguatan penguasaan teknologi dan SDM Indonesia menjadi kunci utama agar kekayaan mineral melimpah tidak sekadar diekspor sebagai bahan mentah.
Teknokrat Ilham Habibie menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa menjadi maju hanya dengan mengandalkan kekayaan alam tanpa menguasai teknologi secara mandiri.
“Industri pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan suatu negara untuk menerapkan, melembagakan, dan menguasai teknologi. Dengan SDM yang kuat, Indonesia bisa mengembangkannya secara mandiri tanpa terus bergantung pada negara lain,” ujar Ilham Habibie.
Meskipun Indonesia memiliki cadangan nikel, timah, bauksit, hingga tembaga terbesar di dunia, sebagian besar kekayaan tersebut belum diolah maksimal menjadi material maju seperti baterai kendaraan listrik maupun semikonduktor.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara siap menjadi enabler dalam memperkuat ekosistem industri nasional melalui investasi jangka panjang dan kolaborasi strategis.
”Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali lipat. Komitmen Danantara adalah memastikan investasi menciptakan nilai tambah nyata bagi bangsa,” tegas Rosan.
Sinergi awal pembangunan ekosistem ini ditandai melalui kerja sama hilirisasi mineral kritis antara MIND ID, PT Len Industri, Krakatau Steel, dan Perminas.
Managing Director Industrialization Danantara, Ardy Muawin, menambahkan bahwa setiap kemitraan investasi diarahkan pada industrial development yang mencakup transfer teknologi, co-development, serta pelibatan akademisi dan lembaga riset seperti BRIN.
Langkah strategis menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia ini diharapkan mampu mempercepat kedaulatan teknologi nasional dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.





