bogortraffic.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui kolaborasi DP3AP2KB dan Diskominfo menggelar dialog interaktif “Bengkel Hati Remaja” bertema “Jejak Digital dan Etika Antar Generasi”.
Acara yang disiarkan langsung melalui Radio Teman 95,3 FM ini dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai keamanan digital dan perlindungan anak.
Kasat Res PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menguraikan bahwa maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melatarbelakangi dibentuknya Satuan Reserse PPA dan PPO sejak akhir Januari 2026. Pihaknya mencatat peningkatan laporan pada semester pertama 2026 hingga dua kali lipat dibanding periode serupa pada 2025.
Ia mengingatkan bahaya kenalan media sosial yang memicu kasus perundungan maupun pelecehan, hingga penyalahgunaan foto oleh teknologi artificial intelligence (AI).
“Jejak digital itu tetap ada. Walaupun postingan sudah dihapus, bisa saja sudah diunduh, disimpan, atau diunggah kembali oleh orang lain,” ujarnya.
“Pesan kami, saring sebelum sharing,” tegasnya.
Tenaga Ahli Hukum UPT PPA DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Edi Iriawadi, menambahkan bahwa kejahatan siber berisiko merusak kesehatan mental dan masa depan anak. Ia mendorong hadirnya Family Digital Agreement di lingkungan rumah.
“Kenali, dampingi, dan laporkan. Kenali perubahan emosi anak, dampingi ketika menghadapi persoalan, dan jangan ragu melapor apabila terjadi tindak pidana,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Diskominfo Kabupaten Bogor, Dheni Heryandi Rachman, menekankan bahwa rekam jejak digital dapat memengaruhi peluang beasiswa hingga karier anak di masa depan. Ia mengajak orang tua bertindak sebagai mitra diskusi yang ramah.
“Orang tua harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita. Bukan hanya hadir untuk melarang, tetapi juga mendampingi dan berdiskusi ketika anak menghadapi persoalan di ruang digital,” katanya.
Ia juga menyarankan prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan unggahan di media sosial.
“Biasakan jeda lima detik sebelum menekan tombol kirim atau bagikan. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah informasi ini benar, apa dampaknya, dan apakah memang perlu dibagikan,” ujarnya.





