Perkuat Pembangunan Inklusif, Pemkab Bogor Dorong ASN Pahami Pengarusutamaan Gender

Pemkab Bogor menggelar Webinar Pengembangan Kompetensi ASN 2026 bertajuk “Pengarusutamaan Gender bagi ASN: Dari Pemahaman Dasar Menuju Implementasi dalam Pembangunan”

bogortraffic.com, BOGOR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama BKPSDM Kabupaten Bogor menggelar Webinar Pengembangan Kompetensi ASN 2026 bertajuk “Pengarusutamaan Gender bagi ASN: Dari Pemahaman Dasar Menuju Implementasi dalam Pembangunan”.

​Ajang daring yang disiarkan via Zoom, YouTube, dan LMS Siabangtampan ini bertujuan memperkuat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai pentingnya mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kebijakan publik dan budaya kerja.

Bacaan Lainnya

​Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) menjadi strategi vital dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang responsif dan setara.

​“Pengarusutamaan gender atau strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender ke seluruh proses pembangunan tidak hanya dalam pembangunan saja, tetapi lingkungan ASN juga harus berfokus pada budaya yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh pegawai, baik perempuan maupun laki-laki,” ujar Sussy.

​Sussy menambahkan, prinsip PUG harus mencakup seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi.

​“Pemahaman dasar mengenai konsep ini harus bisa diaplikasikan dalam kegiatan instansi dan pelaksanaan tugas ASN,” jelasnya.

​Ia pun mengajak seluruh pegawai untuk selalu mengevaluasi akses, kontrol, serta manfaat program pemerintah dari sudut pandang gender.

​“Pertanyaannya, siapa yang mendapatkan program atau kegiatan, aksesnya seperti apa, siapa yang memiliki kontrol atau kewenangan untuk mengatur kegiatan maupun program tersebut, dan siapa yang mendapatkan manfaatnya. Ini yang perlu kita lihat bersama,” tegasnya.

​Peserta webinar dari Diskominfo Kabupaten Bogor, Agnes Abidin, mengapresiasi materi PUG yang dinilai krusial bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

​“Webinar ini memberikan pemahaman bahwa pengarusutamaan gender bukan hanya tentang perempuan dan laki-laki, tetapi bagaimana kita memastikan setiap kebijakan, program, dan pelayanan dapat memberikan kesempatan dan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat,” ungkap Agnes.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan