bogortraffic.com, JAYAPURA – Puluhan guru sekolah dasar di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, kini mampu menyajikan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif tanpa bergantung pada ketersediaan jaringan internet.
Capaian ini merupakan buah dari pendampingan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB.
Guru SD Inpres SP 6 Yapsi, Maria, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang menjangkau seluruh tenaga pendidik di wilayahnya.
”Pendampingan ini sangat bermanfaat karena membantu kami yang awalnya belum mengetahui cara penggunaan PID menjadi lebih memahami pengoperasiannya. Kami juga jadi paham bahwa keterbatasan jaringan internet bukan halangan untuk memanfaatkan perangkat ini dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap Maria.
Program ini menargetkan 15 sekolah di Distrik Yapsi. Sebanyak 39 guru dari lima sekolah dasar telah mempraktikkan pengoperasian fitur anotasi layar hingga pembuatan media interaktif berbasis artificial intelligence.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan fasilitas digital pendidikan nasional.
”Alhamdulillah panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat, belajar lebih cepat, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,” ujar Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa penugasan TEP dirancang untuk menghadirkan solusi konkret di tengah tantangan daerah.
”Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat. Patriot muda harus jadi problem solver,” tegas Menteri Iftitah, Sabtu (25/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menambahkan bahwa temuan empiris para peneliti muda di lapangan menjadi masukan penting bagi pengambil kebijakan.
”Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik,” kata Menko AHY, Rabu (29/7/2026).
Guna menjaga keberlanjutan program, TEP ITB berencana merampungkan hibah 15 unit laptop untuk sekolah sasaran serta menggelar workshop ‘Pembelajaran Mendalam’ bersama akademisi Universitas Cenderawasih pada 19 September mendatang.





