bogortraffic.com, BOGOR – Kepolisian Resort Kota Bogor berhasil mengamankan seorang pengamen bernama Dani (29) yang viral di media sosial karena memaki-maki sopir angkot di Kota Bogor.
Polisi mengungkap bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi Dani yang sedang mabuk dan merasa tersinggung.
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Agustinus Manurung menjelaskan, menurut pengakuan pelaku, peristiwa tersebut berawal ketika pelaku naik ke angkot untuk mengamen dalam keadaan mabuk di sekitar BTM.
“Namun sopir malah ngegas (tancap gas), sehingga korban hampir jatuh,” kata Kompol Agustinus.
“Jadi si pengamen ini tersinggung. Selanjutnya pelaku memaki-maki sopir, kemudian setelah itu pelaku turun di depan Hotel Salak,” lanjutnya.
Saat ini, Dani masih diamankan di Polsek Bogor Tengah dan sedang menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.
“Pelaku diamankan di Polsek Bogor Tengah untuk dimintai keterangan,” ujar Agustinus.
“Masih, masih ada di polsek. Masih pemeriksaan,” imbuhnya.
Dalam video yang dilihat bogortraffic.com, Dani mengakui bahwa ia berada di bawah pengaruh minuman keras jenis ciu saat insiden terjadi.
Ia merasa kesal karena sopir tancap gas begitu ia masuk angkot untuk mengamen.
“Jadi kieu Pak. Asana mah abdi arek ngamen, numpang. Eh pas abdi calik, digas (jadi gini, Pak. Awalnya saya mau mengamen, numpang. Eh pas saya duduk, digas). (Saya) Kesel. Bapak kunaon, sarua boga beteung, ceuk abdi teh. Da sakeudeng ieu (saya bilang, Bapak kenapa, sama-sama punya perut. Kan cuma sebentar),” kata Dani menggunakan bahasa Sunda saat menjawab pertanyaan polisi.
“Iya (mabuk), minum ciu, Pak,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, rekaman video yang memperlihatkan pengamen di Bogor, Jawa Barat, diduga mabuk dan memaki sopir angkot yang dipenuhi penumpang menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria memegang gitar yang dinarasikan sebagai pengamen, berada di dalam angkot yang sedang melaju.
Pengamen tersebut tampak memaki sopir angkot yang ditumpanginya, meskipun seorang penumpang lain mencoba menenangkannya dan memintanya berhenti memaki.
Pengamen tersebut terus memaki hingga akhirnya turun di Simpang Salak, sekitar kantor Balai Kota Bogor.






