Pengelola Wisata Gunung Bromo Imbau Wisatawan Patuhi Aturan Demi Keamanan

Bogor Traffic, Pariwisata – Pengelola wisata Gunung Bromo telah mengeluarkan imbauan tegas kepada para wisatawan untuk mematuhi aturan yang berlaku di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kebakaran di kawasan tersebut, yang sebelumnya terjadi akibat aktivitas wisatawan yang menyalakan flare di Bukit Teletubbies Savana Kaldera TNBTS.

Berita Lainnya

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menekankan pentingnya wisatawan mematuhi aturan yang telah diberlakukan.

“Dalam sistem booking online dan medsos kami, telah disampaikan aturan – aturan dalam beraktifitas di kawasan TNBTS,” ucap Septi Eka Wardhani

Selain itu, Septi juga mengimbau wisatawan untuk membaca papan-papan peringatan dan informasi yang terpasang sejak pintu masuk hingga jalur-jalur wisata yang dilalui.

Hal ini bertujuan agar wisatawan memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta apa yang diperbolehkan atau dilarang dibawa ke dalam kawasan TNBTS.

“Mohon bisa dibaca, diperhatikan dan diikuti apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang boleh, dan tidak boleh dibawa ke dalam kawasan TNBTS,” tegasnya.

Pihak pengelola wisata sangat mengharapkan kesadaran wisatawan dalam mematuhi aturan ini, agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan wisatawan dan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata Gunung Bromo.

“Mohon bisa selalu waspada, dan menjadikan kebakaran kemarin sebagai pelajaran bagi kita bersama,” tuturnya.

Septi juga mengungkapkan bahwa petugas di pintu masuk TNBTS akan terus mengingatkan aturan kepada pengunjung. Mereka juga siap untuk bertindak tegas, termasuk melakukan penggeledahan jika ada wisatawan yang tidak kooperatif dalam menunjukkan isi barang-barang bawaannya.

Keselamatan dan kelestarian Gunung Bromo adalah tanggung jawab bersama, dan pengelola wisata berharap agar wisatawan menjadikan kebakaran yang terjadi sebelumnya sebagai pelajaran berharga. Mereka juga mendorong wisatawan yang ingin melakukan prewedding untuk mengajukan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) kepada petugas.

Dengan kerjasama dan kesadaran dari semua pihak, diharapkan Gunung Bromo tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan indah bagi semua pengunjung.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan