Evaluasi Paruh Musim EPA Super League 2025/26, 19 Klub Perkuat Fondasi Talenta Muda Indonesia

EPA Super League 2025/26

bogortraffic.com, JAKARTA – Pada paruh musim EPA Super League 2025/26, Divisi Football Academy I.League menyelenggarakan meeting evaluasi bersama perwakilan direktur akademi dari 19 klub peserta.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk merekap pelaksanaan kompetisi sekaligus membahas berbagai masukan penting menjelang putaran kedua.

Bacaan Lainnya

EPA Super League merupakan kompetisi pembinaan usia muda kategori U-16, U-18, dan U-20 yang menjadi pilar pengembangan talenta sepak bola Indonesia.

Kompetisi musim ini telah bergulir sejak 11 Oktober 2025 dengan format liga yang sangat kompetitif.

Manajer Football Academy I.League, Guntur Cahyo Utomo, menjelaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan liga berjalan sesuai rencana namun tetap memerlukan penyempurnaan.

“Setengah musim EPA Super League 2025/26 telah berlangsung dengan baik dan kompetitif, meskipun evaluasi terus dilakukan agar kualitas kompetisi, terutama di paruh kedua musim, semakin meningkat dan tetap sejalan dengan semangat pengembangan usia muda,” ujar Guntur Cahyo Utomo.

Dialog Terbuka dan Masukan Klub

Forum evaluasi ini memaparkan capaian teknis serta tantangan yang dihadapi klub. Para direktur akademi turut memberikan pandangan mereka terkait dinamika pertandingan di lapangan. Direktur Akademi Persebaya, Janu Ramadhanis, menilai intensitas kompetisi sudah berjalan baik tanpa kendala substansial.

Di sisi lain, Direktur Akademi Persija, Ricky Nelson, memberikan catatan khusus untuk putaran kedua mendatang. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaksanaan, khususnya dari sisi venue pertandingan dan tingkat kompetitif agar proses pembinaan pemain muda semakin optimal.

Harapan Cetak Pemain Berprestasi

Optimisme juga datang dari Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman. Ia menyoroti dampak positif dari program studi banding internasional yang dilakukan sebelum musim dimulai.

“Musim ini diawali dengan baik, adanya studi banding ke Spanyol membuat kita lebih mengenal kompetisi di level akademi di negara lain. Harapannya, dari EPA Super League 2025/26 lebih banyak mencetak pemain muda dengan prestasi gemilang,” ujar Rasiman.

Secara keseluruhan, pertemuan paruh musim ini mencerminkan komitmen bersama antara I.League dan klub-klub akademi untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara profesional. Melalui evaluasi berkelanjutan, EPA Super League diharapkan terus berkembang menjadi fondasi utama bagi masa depan sepak bola usia muda Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan