bogortraffic.com, BANDUNG- Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat, Bey Machmudin, memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar atas inisiatif mereka membuat film pendek berjudul Hantu di Sekolah.
Film ini diluncurkan bertepatan dengan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai langkah kreatif untuk mensosialisasikan pencegahan pungutan liar di institusi pendidikan.
Kampanye melalui film pendek bertujuan menciptakan lingkungan PPDB yang aman, lancar, kondusif, serta sesuai dengan regulasi yang ada dan tentunya bebas dari praktik pungli.
Setelah menyaksikan film tersebut, Bey Machmudin menegaskan pentingnya menanamkan kejujuran sejak dini, dimulai dari sekolah.
“Kemarin, saat PPDB saya mencanangkan bahwa PPDB 2024 di Jawa Barat harus jadi terbaik secara nasional. Yang baik seperti apa? Yang taat aturan, tidak ada titip menitip, dan juga tidak ada pungli,” ujar Bey di Gedung Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung.
Bey menekankan bahwa sumber daya manusia yang unggul dan beradab tidak bisa lahir dari proses yang curang. “Bagaimana kita bisa memiliki sumber daya manusia yang baik kalau orang tuanya saja sudah curang,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi kecurangan dalam PPDB di tahun-tahun mendatang, demi memastikan anak didik yang masuk adalah mereka yang baik secara moral, berintegritas, dan penuh dengan kejujuran.
Selain itu, Bey mengapresiasi kualitas film yang dibuat menarik dan mudah dicerna oleh siswa, orang tua, para guru, kepala sekolah, dan insan pendidikan lainnya.
“Saya harap tahun depan tidak ada kecurangan sehingga kita pastikan bahwa anak didik yang masuk PPDB adalah anak yang baik secara moral, berintegritas, dan penuh dengan kejujuran,” imbuhnya.
Ketua Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol Kalingga Rendra, menyatakan bahwa praktik pungli dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Maka, sesuai Peraturan Presiden No 87 tahun 2016, Satgas Saber Pungli Jabar mencanangkan sukses kembar: sukses pencegahan atau sosialisasi dan sukses penindakan.
“Satgas Saber Pungli telah melakukan sosialisasi kepada pejabat di Dinas Pendidikan, kepala sekolah, peserta didik, dan masyarakat,” kata Kalingga.
Menurut Kalingga, pembuatan film Hantu di Sekolah adalah terobosan kreatif untuk mencegah pungli di sekolah. Film ini diproduksi selama kurang lebih tiga bulan, dan kegiatan peluncurannya dihadiri oleh sekitar 848 peserta secara langsung, serta 497 partisipan melalui sambungan online, belum termasuk penonton melalui live streaming YouTube.
Ia berharap diluncurkannya film pendek ini dapat mengawal kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) agar berjalan lurus, jujur, sesuai aturan, dan tanpa kecurangan.
“Kami bersama Pak Pj Gubernur, ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, Kajati, dan masyarakat di dunia pendidikan siap untuk memelihara, menjaga kejujuran, mengamankan PPDB 2024 agar berlangsung sesuai aturan dan tanpa kecurangan,” tutup Kalingga.





