bogortraffic.com, ACEH – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun dua puskesmas darurat di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil guna memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang tetap berjalan optimal meski fasilitas kesehatan eksisting mengalami kerusakan berat.
Kedua fasilitas tersebut adalah Puskesmas Darurat Laklak di Kabupaten Aceh Tenggara dan Puskesmas Darurat Lokop di Kabupaten Aceh Timur. Pembangunan ini menjadi prioritas agar akses medis masyarakat kembali normal dan berkelanjutan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan puskesmas darurat ini merupakan bagian krusial dari upaya kemanusiaan pascabencana di Serambi Mekkah.
“Dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti. Puskesmas darurat ini kami bangun agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus memberikan ruang kerja yang aman bagi tenaga medis,” kata Menteri Dody.
Berdasarkan data progres fisik per 29 Januari 2026, pembangunan Puskesmas Darurat Lokop di Desa Jering, Kecamatan Serbajadi, menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Progresnya telah mencapai 75% sejak dimulai pada 15 Januari 2026 dan ditargetkan selesai pada Februari 2026, atau sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Di sisi lain, pembangunan Puskesmas Darurat Laklak di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, saat ini telah mencapai progres 35%. Sejak dimulai pada 23 Januari 2026, pekerjaan kini difokuskan pada pembangunan instalasi sanitasi dan rangka struktur bangunan, dengan target rampung yang sama, yakni Februari 2026.
Bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan fasilitas kesehatan rusak parah sehingga tidak dapat difungsikan secara optimal. Di beberapa lokasi, tenaga medis terpaksa memberikan pelayanan secara terbatas di bangunan puskesmas lama yang baru saja selesai dibersihkan dari sisa lumpur.
Kementerian PU memastikan pembangunan puskesmas darurat ini dilakukan dengan standar teknis yang memadai. Dengan selesainya dua puskesmas darurat ini, diharapkan masyarakat di Aceh Tenggara dan Aceh Timur kembali memperoleh pelayanan kesehatan secara normal dalam lingkungan yang aman.





