Menko AHY Pastikan Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Selesai Tepat Waktu

Menko AHY tinjau progres Sekolah Rakyat Kulon Progo. Dengan anggaran Rp214 miliar, proyek ini dipercepat guna tuntas Juni 2026 demi pendidikan masyarakat prasejahtera.

bogortraffic.com, KULON PROGO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), optimistis Kementerian PU bersama seluruh pihak terkait mampu menuntaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo sesuai jadwal pada Juni 2026.

Optimisme tersebut didasarkan pada langkah percepatan yang terus dilakukan di lapangan, termasuk penambahan tenaga kerja, optimalisasi alat berat, serta penguatan koordinasi teknis antarinstansi. Hal itu disampaikan Menko AHY saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

Bacaan Lainnya

“Saya melihat semangat dan kerja keras di lapangan sangat baik. Masih ada tantangan yang harus dikejar, tetapi dengan tambahan pekerja, pemanfaatan alat berat secara maksimal, serta profesionalitas Kementerian PU dan seluruh pihak yang terlibat, saya optimistis target penyelesaian pada Juni 2026 dapat dicapai,” ujar Menko AHY.

Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen. Menko AHY menyebut terdapat deviasi sekitar 3 hingga 5 persen dari rencana awal, sehingga dibutuhkan langkah akselerasi agar target penyelesaian tetap terjaga. Sebagai solusi, saat ini sekitar 840 pekerja telah dikerahkan dan jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan dalam waktu dekat.

“Kita perlu dorong lebih cepat. Solusinya menambah pekerja dan memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan efektif. Dengan begitu, progres pembangunan bisa terus meningkat,” jelas Menko AHY.

Selain penambahan tenaga kerja, penggunaan alat berat juga dimaksimalkan untuk mempercepat pekerjaan konstruksi, terutama pada area yang membutuhkan penanganan struktur dan penyesuaian kontur lahan. Menko AHY juga mengapresiasi profesionalitas jajaran Kementerian PU dan kontraktor pelaksana yang bekerja intensif guna menjaga kualitas pembangunan.

“Yang penting bukan hanya cepat selesai, melainkan juga hasilnya baik, aman, dan berkualitas. Karena itu saya melihat Kementerian PU dan seluruh pihak bekerja serius serta profesional,” tegas Menko AHY.

Ia menambahkan, percepatan proyek ini juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Penambahan tenaga kerja membuka kesempatan kerja baru, sementara kebutuhan logistik proyek ikut menggerakkan usaha kecil di wilayah tersebut.

“Semakin banyak pekerja yang terlibat, semakin besar pula perputaran ekonomi di sekitar lokasi. UMKM, warung makan, penginapan, dan usaha masyarakat lainnya ikut tumbuh. Jadi pembangunan ini memberi manfaat ganda,” tambah Menko AHY.

Sekolah Rakyat Kulon Progo merupakan satu-satunya proyek Sekolah Rakyat di Provinsi DIY. Kawasan pendidikan terpadu ini berdiri di atas lahan sekitar 7,1 hektare dan mencakup jenjang SD, SMP, serta SMA, lengkap dengan asrama dan berbagai fasilitas pendukung.

Dengan total anggaran sekitar Rp214 miliar, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik. Seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, buku, hingga perlengkapan belajar lainnya. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi instrumen nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan