bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas terkait pengelolaan anggaran negara di sektor gizi.
Ia menegaskan bahwa tidak akan ada lagi alokasi dana untuk pembelian motor listrik bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG) pada tahun anggaran 2026.
Keputusan ini diambil setelah Menkeu melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Penegasan ini bertujuan untuk memastikan efisiensi anggaran negara pada program-program prioritas.
“Saya tanya semalam, tahun ini tidak ada. Jadi, tahun ini tidak ada lagi pembelian,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memberikan klarifikasi mengenai pengadaan motor listrik yang sempat berjalan sebelumnya.
Ia mengakui sempat terjadi miskomunikasi dalam pembahasan rencana pengadaan tersebut pada tahun lalu.
Menkeu sempat mengira usulan pengadaan tersebut telah ditolak, namun dalam perjalanannya sebagian usulan ternyata sudah diproses.
Purbaya menduga proses administratif pengajuan tersebut sudah terjadi sebelum dirinya resmi menjabat sebagai bendahara negara.
“Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya nggak tahu. Tapi nanti kami lihat lagi ke depan. Yang jelas ke depan, tidak ada lagi,” tuturnya.
Meski menghentikan pengadaan kendaraan operasional tersebut, Menkeu memastikan bahwa fokus utama pemerintah tetap pada keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia berjanji akan melakukan pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan efisien secara finansial.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa untuk terus menyisir anggaran dan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki dampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat tanpa adanya pemborosan fasilitas pendukung yang tidak mendesak.





