Kementerian PU Percepat Pemulihan Sanitasi Pasca-Bencana di Aceh Tamiang

Kementerian PU Percepat Pemulihan Sanitasi Pasca-Bencana di Aceh Tamiang

bogortraffic.com, ACEHKementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini diambil guna mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan serta memastikan layanan dasar masyarakat dapat segera pulih kembali.

Bacaan Lainnya

Penanganan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari fase tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Aceh Tamiang.

Pada fase tanggap darurat, melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Kementerian PU fokus pada pembersihan sisa sampah dan material pascabencana.

Selain itu, mobilisasi toilet portable, toilet mobile, hingga toilet knock down telah dilakukan untuk mendukung kebutuhan sanitasi darurat masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur air dan sanitasi yang layak sangat krusial, terutama di wilayah terdampak bencana seperti di Sumatera.

“Karena dalam kondisi bencana tidak hanya sebatas pemenuhan pangan saja, ketersediaan air dan infrastruktur juga sangat penting,” kata Menteri Dody.

Memasuki fase rehabilitasi, Kementerian PU merencanakan pemulihan sistem pengelolaan sampah dan air limbah domestik agar kembali normal.

Langkah ini mencakup pengadaan truk tinja, tangki septik, hingga pendampingan tata kelola teknis.

Berdasarkan data hingga 27 Desember 2025, progres di TPA Rantau meliputi:

* Pengangkutan sampah dan lumpur dari rumah sakit, pasar, dan kawasan permukiman.

* Pembersihan jalan akses utama menuju TPA.

* Pemesanan geotekstil untuk perkuatan sel landfill baru.

Sementara di sektor air limbah, penanganan IPLT Aceh Tamiang mencakup rehabilitasi unit bak pengolahan (anaerobik, fakultatif, maturasi, hingga wetland).

Per 27 Desember 2025, pembersihan lumpur pada bak pengolahan telah dilaksanakan sebagai langkah awal pemulihan fungsi layanan.

Sebagai bagian dari transformasi infrastruktur masa depan, Kementerian PU juga mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pengadaan Net-Zero Toilet 5.0 guna meningkatkan standar layanan sanitasi bagi masyarakat.

Upaya menyeluruh ini menunjukkan komitmen Kementerian PU untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara transparan dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga Aceh Tamiang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan