Kementerian PU Percepat Duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum Aceh

bogortraffic.com, BIREUEN — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum yang terletak di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus penguatan konektivitas pada jalan nasional lintas timur Sumatera guna mendukung distribusi logistik.

Bacaan Lainnya

Jembatan Krueng Tingkeum merupakan infrastruktur strategis yang menghubungkan wilayah Aceh dengan Sumatera Utara.

Infrastruktur ini menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga akses layanan pendidikan dan kesehatan.

Sebagai informasi, jembatan ini sempat mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 yang mengganggu arus lalu lintas.

Kementerian PU telah memfungsikan jembatan sementara (Bailey) sejak 27 Desember 2025 sebagai langkah penanganan darurat agar nadi ekonomi tetap berdenyut.

Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tengah melaksanakan pembangunan duplikasi jembatan permanen.

Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 40,11 persen, lebih tinggi dari rencana awal sebesar 38,24 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan jembatan ini menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran arus transportasi dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di lintas timur Sumatera. Oleh karena itu, percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal,” kata Menteri Dody.

Jembatan baru sepanjang 149,7 meter ini dibangun menggunakan struktur baja girder dengan metode konstruksi incremental launching.

Metode ini dipilih guna meningkatkan kapasitas serta ketahanan jembatan terhadap risiko bencana di masa depan.

Selama proses konstruksi, Kementerian PU tetap melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin terhadap jembatan sementara (Bailey) yang digunakan masyarakat. Langkah ini meliputi pengecekan harian dan pengaturan lalu lintas berkoordinasi dengan kepolisian.

Untuk menjaga kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan, tim di lapangan juga melakukan langkah mitigasi seperti penyiraman badan jalan guna mengurangi debu selama masa konstruksi berlangsung.

Dalam waktu dekat, pekerjaan konstruksi akan memasuki tahapan erection girder pada bentang pertama.

Kementerian PU menargetkan jembatan duplikasi permanen tersebut dapat difungsikan secara bertahap pada akhir Juli 2026.

Penyelesaian proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas secara signifikan, mengurai kepadatan kendaraan, serta memperlancar arus barang dan orang di wilayah Aceh.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur demi menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan