bogortraffic.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengejar pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Langkah tersebut diambil mengingat keberadaan dapur-dapur MBG di daerah 3T sangat dibutuhkan dan dinantikan, terutama di daerah luar pulau Jawa.
Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, Anyelir Puspa Kemala, mengatakan pihaknya sedang mengejar pembangunan dapur skala kecil di daerah-daerah 3T.
“Ini karena memang saudara-saudara kita di sana membutuhkan dan menantikan program MBG,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) melalui Yayasan Duta Maritim Indonesia menyatakan siap membantu BGN dalam penyelenggaraan program MBG, khususnya di wilayah terpencil.
Ketua Yayasan Duta Maritim Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Aspeksindo, Andi Fajar Asti, mengatakan bahwa program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk turut menyukseskan pelaksanaannya di daerah-daerah kepulauan dan pesisir.
“Saya kira ini pencerahan dari teman-teman BGN yang siap berkolaborasi dengan semua stakeholder masyarakat baik mandiri maupun kemitraan pemerintah daerah,” ucap Andi Fajar Asti usai Diskusi Interaktif di Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, Andi Fajar menjelaskan bahwa BGN sangat mendukung pemanfaatan potensi lokal dalam penyusunan menu Makan Bergizi Gratis. Hal ini sangat selaras dengan potensi daerah anggota ASPEKSINDO.
“Ini sangat baik, karena kita tahu potensi kita di pesisir ini sangat bagus terutama di perikanan dan kelautan itu sangat luar biasa, dan selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menumbuhkan blue economy itu bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Libatkan 400 Duta Maritim sebagai Pengelola dan Influencer
ASPEKSINDO menegaskan siap mendukung segala kebutuhan BGN dalam pelaksanaan program MBG, baik dalam penyediaan tempat maupun pengelolaan di daerah-daerah terpencil, mengingat sebagian besar wilayah terpencil di Indonesia merupakan daerah anggota Aspeksindo.
Selain itu, Yayasan Duta Maritim Indonesia juga akan berperan dalam pengelolaan serta kampanye positif untuk menyukseskan program tersebut.
“Teman-teman duta bisa jadi bagian dari pengelolaan. Ketika sudah muncul SPPG di daerah terpencil itu tadi, dengan pelibatan mereka selain sebagai pengelola mereka juga bisa sebagai influencer yang dapat menyebarluaskan berita-berita baik, termasuk program-program positif dari BGN itu,” katanya.
Andi Fajar menambahkan, saat ini terdapat sekitar 400 Duta Maritim yang tersebar di seluruh daerah Indonesia dan siap bekerja sama dengan BGN untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis secara nasional.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan program strategis pemerintah ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah terpencil.





