bogortraffic.com, BOGOR – Tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian menjadi isu krusial di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 81 juta generasi muda belum memiliki rumah sendiri pada tahun 2025.
Di tengah stagnasi upah dan kenaikan harga properti yang agresif, momentum Lebaran ternyata mulai bertransformasi menjadi periode refleksi finansial yang mendalam.
Analisis tren selama tiga tahun terakhir (2023-2025) dari Rumah123 mengungkap pola perilaku yang menarik. Meski permintaan hunian cenderung melandai sepanjang Ramadan (turun 16% pada April 2023 dan 8,8% pada Maret 2025), lonjakan pencarian properti justru terjadi secara ekstrem tepat setelah selebrasi usai.
Fenomena H+2: Kesadaran Pasca-Mudik
Data internal menunjukkan pencarian properti meningkat konsisten pada hari kedua hingga ketiga setelah Lebaran (H+2). Pada 2024, kenaikan mencapai 32,8% di H+2, sementara pada 2025 lonjakan tercatat sebesar 29,2% pada periode yang sama.
Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan dinamika psikologis masyarakat setelah berkumpul dengan keluarga besar.
“Lebaran kini berfungsi sebagai reset point keputusan finansial rumah tangga Indonesia. Momen berkumpul bersama keluarga besar sering memunculkan kesadaran akan keterbatasan ruang dan kenyamanan, sehingga mendorong banyak orang mulai serius mempertimbangkan kepemilikan rumah. Lebaran tahun ini tidak lagi sekadar perayaan ritual, melainkan garis pijak transisi dari entitas penyewa menjadi pemilik aset,” ujar Marisa Jaya.
Strategi THR untuk DP Rumah
Rumah123 menyoroti pentingnya mengubah mindset terhadap Tunjangan Hari Raya (THR). Dana yang biasanya habis untuk konsumsi musiman kini disarankan dialokasikan minimal 30% untuk uang muka (DP) rumah di rekening terpisah. Langkah ini dinilai efektif untuk menutupi nominal DP hunian, terutama di wilayah penyangga.
Data menunjukkan tingginya minat dari berbagai kelompok usia:
-
Usia 25-34 tahun: Menyumbang 24,1% pencarian (kebutuhan rumah pertama keluarga muda).
-
Usia 45-54 tahun: Memimpin dengan 26,6% (aktivitas upgrader dan investor).
-
Target Harga: 36% pencari menargetkan hunian di rentang Rp1-3 miliar.
Pergeseran Lokasi dan Kualitas Ruang
Keterbatasan lahan di pusat kota mendorong konsumen melirik wilayah penyangga. Tangerang mencatat tingkat pencarian tertinggi (15,6%), diikuti Jakarta Selatan (11,5%), Jakarta Barat (9,5%), dan Bandung (7,3%).
Selain lokasi, konsumen kini lebih selektif terhadap kualitas hidup. Filter “taman” menjadi kriteria paling dominan (71,5%), jauh melampaui fasilitas lain seperti kolam renang.
“Konsumen kini semakin rasional; mereka mencari keseimbangan antara harga, akses, dan kualitas hidup melalui ruang terbuka privat,” tambah Marisa.
Melihat pola berulang ini, periode pascalebaran 2026 diproyeksikan kembali menjadi momentum strategis bagi industri properti. Melalui marketplace www.rumah123.com, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam mewujudkan mimpi memiliki hunian impian.






