Dukung Kawasan Industri Prioritas, Menteri PU Tinjau Proyek Jalan IJD

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau proyek IJD di Sidoarjo dan Malang. Jalan Banjarkemantren–Prasung rampung 100% guna dukung kawasan industri dan logistik.

bogortraffic.com – SIDOARJOMenteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja guna meninjau langsung pelaksanaan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) di Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).

Salah satu fokus utama peninjauan adalah Ruas Banjarkemantren–Prasung di Kabupaten Sidoarjo, yang diproyeksikan menjadi urat nadi konektivitas kawasan industri prioritas.

Bacaan Lainnya

​Program IJD ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Kebijakan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membantu pemerintah daerah memperbaiki kualitas jalan strategis yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.

Penguatan Konektivitas di Sidoarjo

​Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa program IJD hadir sebagai respons atas usulan pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan infrastruktur jalan di wilayah-wilayah kunci.

​”Peningkatan jalan pada Ruas Banjarkemantren–Prasung ini merupakan upaya penguatan konektivitas di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur,” kata Menteri Dody di sela-sela peninjauannya.

​Ia juga mengungkapkan kepuasannya melihat hasil pengerjaan di lapangan yang kini sudah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar.

​”Pekerjaannya sudah selesai dan sepertinya kita lihat sudah dimanfaatkan masyarakat,” terang Menteri Dody.

Detail Teknis Ruas Banjarkemantren–Prasung

​Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali, Javid Hurriyanto, memaparkan rincian teknis proyek tersebut.

Peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer ini dikerjakan oleh penyedia jasa PT Profil Mas di bawah pengawasan BBPJN Jatim-Bali.

​Pekerjaan yang dimulai sejak 13 Oktober 2025 hingga 31 Desember 2025 tersebut berhasil diselesaikan dalam durasi 83 hari kalender.

​”Pekerjaan peningkatan pada ruas ini progres fisiknya sudah mencapai 100% melalui APBN 2025,” ujar Javid.

​Secara strategis, Ruas Banjarkemantren–Prasung memiliki peran vital bagi ekonomi lokal. Sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024, jalur ini menjadi akses utama bagi:

  • ​Kawasan industri prioritas.
  • ​Pusat pergudangan dan perdagangan.
  • ​Sektor perdagangan ikan dan industri pangan halal.
  • ​Distribusi logistik dan mobilitas masyarakat secara umum.

Ekspansi Peninjauan ke Kabupaten Malang

​Selain di Sidoarjo, dalam rangkaian kunjungan yang sama, Menteri Dody juga meninjau pelaksanaan IJD pada Ruas Kepanjen–Pagak di Kabupaten Malang. Jalan sepanjang 3,1 kilometer tersebut juga telah dinyatakan selesai dan sudah beroperasi penuh melayani mobilitas masyarakat.

​Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan daerah yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik nasional secara signifikan serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah di mata dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan