BPIP dan INSURI Ponorogo Perkuat Ideologi Pancasila di Kalangan Santri

Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Santri bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

bogortraffic.com, PONOROGO – Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo untuk menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Santri bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Acara yang berlangsung di kampus INSURI ini diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan dosen, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus dan pejabat BPIP. Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi hadir sebagai pembicara kunci sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembinaan ideologi tersebut.

Bacaan Lainnya

BPIP: Hari Santri Momentum Meneguhkan Semangat Resolusi Jihad 1945

Dalam sambutannya, Deputi Hubungan Antar Lembaga BPIP Prakoso menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tema Hari Santri tahun ini, ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’, mengingatkan kita pada semangat Resolusi Jihad 1945. Nilai-nilai perjuangan itu harus terus hidup dalam diri santri dan masyarakat,” ujar Prakoso.

Ia menambahkan, kehadiran ratusan peserta menjadi bukti semangat kolaborasi antara dunia pesantren dan lembaga negara dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila lahir dari karakter budaya dan religius bangsa Indonesia. Pembinaan ideologi tidak bisa berjalan sendiri—semua pihak, termasuk kampus seperti INSURI, harus ikut berperan membangun peradaban berlandaskan nilai Pancasila,” tegasnya.

Santri, Pilar Ideologi dan Peradaban Bangsa

Dalam pidato kuncinya, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi menegaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan dua momentum penting yang saling bersinergi: pembinaan ideologi Pancasila dan peringatan Hari Santri Nasional.

“Santri telah memainkan peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Kini, perannya meluas ke bidang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi—semua demi mewujudkan visi menuju peradaban dunia,” jelasnya.

Prof. Yudian juga menekankan pentingnya peran INSURI Ponorogo sebagai contoh nyata sinergi antara nilai keislaman dan penguatan ideologi Pancasila di akar rumput.

“INSURI memiliki potensi besar menjadi model sinergi antara keislaman pesantren dan pembinaan ideologi Pancasila di tataran nyata,” tukasnya.

Rektor INSURI Asvin Abdur Rohman menyampaikan apresiasi dan mengatakan rangkaian peringatan Hari Santri akan berlanjut dengan jalan santai untuk 5.000 santri, dengan hadiah menarik termasuk seekor sapi dari Kepala BPIP dan beasiswa senilai Rp40 juta dari INSURI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan