bogortraffic.com, BOGOR – Bandara Sultan Hasanuddin Makassar kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi tingkat Asia dalam ajang Super Terminal Expo 2025.
Dalam ajang yang digelar di Hong Kong pada 5 November, Bandara Sultan Hasanuddin berhasil membawa pulang penghargaan The Best Airport Design: 5-20 Million Annual Passengers.
Super Terminal Expo merupakan penghargaan yang dikhususkan untuk memberikan apresiasi dan pengakuan kepada perusahaan di sektor aviasi dan kebandarudaraan di tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Informa Markets.
Kriteria penilaian dalam penghargaan ini diperuntukkan bagi bandara yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turunnya penumpang pesawat udara, namun juga bandara yang memberikan pengalaman pelanggan (journey experience), serta memadukan desain dan estetika dengan keunggulan operasional.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad R. Pahlevi, mengatakan penghargaan ini menjadi pengakuan dari dunia internasional terhadap komitmen perusahaan dalam menghadirkan yang terbaik bagi pengguna jasa, khususnya desain dan infrastruktur bandara.
“InJourney Airports senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan yang terbaik bagi seluruh pengguna jasa bandara. Tidak hanya layanan, namun juga infrastruktur dan desain bandara. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang didesain dengan arsitektur yang memadukan heritage khas Sulawesi Selatan dan modernitas. Penghargaan ini menjadi penegasan dan pengakuan atas komitmen kami,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Mohammad R. Pahlevi menjelaskan detail desain yang menawan dari bandara tersebut:
“Dimulai dari area check-in Bandara Sultan Hasanuddin didesain menyerupai kapal pinisi dengan langit-langit yang menggambarkan gelombang laut yang menjadi simbol kemaritiman masyarakat Bugis-Makassar yang melegenda, hingga area terminal yang dilengkapi dengan tekstur dinding, lantai, dan langit-langit yang terinspirasi dari karst Rammang-Rammang yang masyhur. Warisan budaya ini menjadi ciri khas yang melekat di Bandara Sultan Hasanuddin,” lanjutnya.
Selain nilai budaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga didesain untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara secara alami melalui konstruksi plafon tinggi (high ceilings). Hal ini menunjukkan bahwa bangunan terminal bandara telah memenuhi standar green building, serta ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Penghargaan ini juga menjadi penilaian positif bagi InJourney Airports yang saat ini tengah menjalankan Program Transformasi guna meningkatkan standar pelayanan.
Program ini mencakup penyelesaian pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, yakni perluasan area terminal dari 51 ribu m² dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun, menjadi seluas 166 ribu m² yang mampu menampung hingga 15 juta penumpang per tahun.
Pengembangan ini juga menambah fasilitas vital seperti 96 unit check-in counter (dari sebelumnya 40 unit), penambahan baggage claim dari 4 unit menjadi 10 unit, serta penambahan boarding gate dari 8 gate menjadi 16 gate.
“Penghargaan ini juga menjadi menjadi penilaian positif bagi InJourney Airports yang tengah melaksanakan Program Transformasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi pilar Premises, yakni melalui penyediaan infrastruktur bandara kelas dunia. Apresiasi ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan Program Transformasi, serta menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi seluruh pengguna jasa,” tambah Mohammad R. Pahlevi.
Raihan The Best Airport Design ini sekaligus melengkapi prestasi gemilang sebelumnya di taraf global. Dalam ajang bergengsi Airport Service Quality (ASQ) Awards 2024 yang digelar oleh Airports Council International (ACI), Bandara Sultan Hasanuddin dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di kawasan Asia-Pasifik dengan meraih 6 penghargaan, termasuk Best Airport of 5-15 Million Passengers in Asia-Pacific dan Cleanest Airport in Asia-Pacific.





