Pemkot Bogor Fokus Turunkan Angka Stunting Melalui Monitoring dan Evaluasi

Pemkot bogor gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. (Foto: Dok. Pemkot Bogor)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menghadapi tantangan dalam penurunan angka stunting di masyarakat. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini, terutama melalui Rapat Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Dalam rapat tersebut, Pemkot Bogor memaparkan fokus penanganan stunting yang meliputi tiga indikator utama: wasting, underweight, dan stunting (WUS) di setiap wilayah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menjelaskan bahwa wasting merupakan kondisi di mana berat badan anak lebih rendah dibandingkan tinggi badannya. Underweight adalah ketika berat badan anak lebih rendah dibandingkan usianya, sedangkan stunting terjadi ketika pertumbuhan anak terhambat sehingga tinggi badannya lebih pendek dari anak-anak seusianya.

Bacaan Lainnya

“Hasil rapat menunjukkan adanya perbedaan progres angka WUS di sejumlah wilayah. Ini akan kami evaluasi untuk perencanaan lebih lanjut,” ujarnya pada Selasa (1/10/2024).

Pemkot Bogor telah ditargetkan untuk menurunkan angka stunting dari 18 persen menjadi 15 persen dalam waktu enam bulan ke depan.

“Ini adalah target ambisius yang memerlukan upaya intensif dan kolaborasi kuat di semua lini pemerintahan dan masyarakat,” tambah Syarifah.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah pendekatan ‘by name by address’ untuk menangani kasus WUS. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat mengidentifikasi secara detail nama anak yang mengalami WUS dan kondisi mereka.

“Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui nama anak yang berulang kali dibahas serta kondisi mereka secara lebih rinci. Hal ini akan mempermudah kami dalam mengidentifikasi masalah, seperti pengasuhan atau kesehatan, dan memberikan intervensi yang diperlukan,” ungkapnya.

Syarifah juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam upaya ini.

“Data pengukuran sangat krusial untuk memastikan informasi yang kita miliki valid. Saya ingin data yang akurat agar lebih efektif dalam menurunkan angka WUS,” tuturnya.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang solid, Pemkot Bogor optimis dapat mencapai target penurunan stunting demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan