bogortraffic.com, TANGERANG – Tantangan penyakit kardiovaskular di Indonesia kian mendesak. Data menunjukkan prevalensi penyakit jantung melonjak signifikan mencapai 1,08% atau sekitar 2,29 juta orang pada 2023.
Merespons fenomena ini, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) resmi mengukuhkan Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah pada 28 Maret 2026.
Pengukuhan ini didasarkan pada SK Mendiktisaintek Nomor 1785/M/KPT.KP/2026. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Antonia menekankan pentingnya strategi pencegahan melalui pemahaman kalsifikasi koroner.
Dalam orasi bertajuk “Kalsifikasi Koroner: Jendela untuk Memahami Penuaan Dinding Arteri Menuju Pencegahan Kardiovaskular Berbasis Risiko”, Prof. Antonia menjelaskan bahwa penumpukan kalsium pada dinding arteri bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis jangka panjang.
“Kalsifikasi koroner memberikan bukti anatomis nyata dari proses aterosklerosis, yaitu kondisi penyempitan dan pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Semakin tinggi tingkat kalsifikasi, semakin besar kemungkinan adanya plak aterosklerotik yang luas dan bermakna secara klinis. Karena itu, kalsifikasi koroner menjadi parameter objektif yang mampu merepresentasikan berbagai proses biologis dalam pembuluh darah,” jelas Prof. Antonia.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan stratifikasi risiko yang lebih akurat, terutama bagi pasien dengan risiko menengah.
Penggunaan teknologi pencitraan dan kecerdasan buatan (AI) kini memungkinkan pengukuran yang lebih konsisten dan efisien.
“Pendekatan kalsifikasi koroner memberikan dimensi baru dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, khususnya pada kelompok pasien dengan risiko menengah atau tidak pasti. Kita tidak lagi hanya bergantung pada faktor risiko konvensional, tetapi juga pada bukti langsung dari proses aterosklerosis untuk menentukan langkah terapi yang lebih tepat,” papar Prof. Antonia.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng., Sc., menyampaikan kebanggaannya atas pengukuhan Prof. Antonia sebagai Guru Besar ke-45 di UPH. Hal senada disampaikan oleh Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James T. Riady, yang memuji dedikasi Prof. Antonia baik sebagai akademisi maupun praktisi medis.
“Bagi keluarga kami, Prof. Antonia bukan hanya akademisi, tetapi juga dokter yang telah merawat kami dengan penuh dedikasi. Beliau adalah sosok langka, cerdas, tajam, dan memiliki semangat belajar tinggi yang mampu menjadi dokter hebat sekaligus guru yang hebat,” ujar Dr. James T. Riady.
Pendiri Lippo Group, Dr. (H.C.) Mochtar Riady, serta Dekan FK UPH, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, turut hadir dan memberikan apresiasi. Prof. Eka menegaskan bahwa penambahan Guru Besar ini adalah bukti komitmen FK UPH dalam memajukan keilmuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyoroti bahwa di tengah tingginya kasus penyakit jantung di Indonesia, riset berbasis teknologi seperti yang dipaparkan Prof. Antonia sangat krusial.
Karakteristik populasi Indonesia yang memiliki usia kejadian jantung lebih muda dan prevalensi merokok yang tinggi memerlukan alat strategis seperti kalsifikasi koroner untuk identifikasi dini.
Melalui pengukuhan ini, UPH terus memperkuat reputasinya sebagai lembaga pendidikan yang mencetak calon dokter masa depan yang profesional, kompeten, dan berdampak positif bagi bangsa.





