Revitalisasi Gedung Kemuning, Walkot Dedie Tekankan Aspek Keselamatan

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tinjau kerusakan Gedung Kemuning Gading.

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan kajian mendalam terkait rencana revitalisasi Gedung Kemuning Gading pada tahun 2026. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum proyek perbaikan bangunan bersejarah tersebut diputuskan untuk berjalan.

Penegasan ini disampaikan usai Dedie melakukan peninjauan langsung ke gedung yang dirancang oleh arsitek legendaris Ir. F.X. Silaban tersebut, Kamis (26/3/2026). Ia didampingi oleh jajaran Kepala Dinas terkait untuk melihat langsung kerusakan yang dipicu oleh kurangnya pemeliharaan dan kebocoran atap yang berdampak pada Kantor Pelayanan Dinas PMPTSP.

Bacaan Lainnya

“Peninjauan ini untuk memastikan kondisi konstruksi berdasarkan hasil penilaian dan pendalaman kajian, khususnya dalam mendukung rencana revitalisasi yang menyangkut aspek keselamatan. Pemkot Bogor tidak ingin gegabah, sehingga perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah bangunan masih aman direvitalisasi pada 2026,” ujar Dedie Rachim.

Dedie berencana menemui Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meminta penilaian teknis dari Komite Keselamatan Konstruksi. Langkah ini diambil karena adanya temuan keretakan pada struktur bangunan oleh tim konsultan.

Jika hasil penilaian menunjukkan struktur lantai atas tidak layak namun lantai bawah masih kokoh, maka revitalisasi tetap bisa dilanjutkan dengan penyesuaian pada Detail Engineering Design (DED). Namun, jika kondisi sangat berisiko, anggaran akan dialihkan.

“Jika hasil penilaian menyatakan tidak memungkinkan, maka anggaran akan dialihkan untuk kebutuhan lain atau ditunda guna penguatan konstruksi sebelum dilanjutkan dengan revitalisasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, mengungkapkan bahwa kondisi Gedung Kemuning Gading saat ini cukup memprihatinkan. Kajian teknis menunjukkan beberapa kolom struktur berisiko membahayakan jika beban bangunan ditambah tanpa penguatan.

“Dalam kajian teknis, beberapa bagian struktur dinyatakan tidak andal dan berpotensi membahayakan. Saat ini kami masih menunggu hasil penilaian lanjutan sebelum keputusan diambil,” kata Firdaus.

Firdaus menyebut tingkat kerusakan gedung mencapai 70 persen secara keseluruhan, bahkan di lantai dua dan tiga kerusakannya mencapai 90 persen. Meski demikian, dari sisi ketahanan gempa, struktur beton bangunan tahun 1960 ini dinilai masih memiliki ketahanan yang baik.

Gedung Kemuning Gading bukan sekadar bangunan biasa, melainkan cagar budaya yang dibangun hampir bersamaan dengan Masjid Istiqlal di Jakarta. Sejak pertama kali berdiri, gedung ini tercatat belum pernah menjalani proses revitalisasi menyeluruh.

Pemkot Bogor kini berada di posisi dilematis antara menjaga warisan arsitektur Silaban atau memastikan keamanan publik, mengingat gedung ini masih aktif digunakan untuk pusat pelayanan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan