Bahaya Terlalu Banyak Makan Telur, Ini Efeknya untuk Kesehatan

Ilustrasi Telur. (Foto: Dok. Shutterstock)

bogortraffic.com, BOGORTelur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Selain harganya yang terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan.

Telur kaya akan nutrisi penting, seperti lutein dan zeaxanthin untuk kesehatan mata, kolin untuk otak dan sistem saraf, serta vitamin A, B, dan D, yang berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Bacaan Lainnya

Meskipun demikian, konsumsi telur yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Dikutip dari Healthshots, terlalu banyak makan telur dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, perut kembung, dan bahkan diare pada beberapa orang. Bagi yang memiliki intoleransi terhadap telur, gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) juga dapat muncul, terutama jika telur dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak tinggi.

Pada mereka yang alergi terhadap telur, konsumsi makanan ini bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal, ruam, hidung berair, hingga sesak napas. Apabila mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter.

Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Telur

1. Peningkatan Kadar Kolesterol Telur, terutama kuning telur, mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Satu butir telur dapat mengandung sekitar 190 miligram kolesterol, yang melebihi 60 persen dari batas harian yang disarankan. Mengonsumsi terlalu banyak telur dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah, yang pada gilirannya dapat memicu masalah kesehatan lainnya.

2. Risiko Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu butir telur per hari tidak berbahaya bagi kesehatan jantung. Namun, konsumsi lebih dari tiga telur per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah penelitian pada tahun 2019 mengaitkan konsumsi lebih dari 300 miligram kolesterol per hari dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 17 persen, serta risiko kematian yang meningkat sebesar 18 persen.

3. Kenaikan Berat Badan Jika telur dikonsumsi bersama makanan tinggi kalori seperti sosis atau kentang goreng, kebiasaan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Untuk menjaga berat badan tetap ideal, disarankan untuk mengombinasikan telur dengan bahan yang lebih sehat, seperti sayuran segar.

4. Peningkatan Risiko Diabetes Sebuah studi pada tahun 2009 menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari tujuh butir telur per minggu memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol konsumsi telur untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Telur memang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, disarankan untuk mengonsumsi telur dalam jumlah yang wajar dan memperhatikan kondisi tubuh, terutama bagi yang memiliki alergi atau gangguan pencernaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan