Gelar GPM, Pmekab Bogor Berhasil Raih Omzet Rp3,8 Miliar

Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri dalam Gerakan Pangan Murah di Kantor Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). (Foto: Dok. Pemkab Bogor)

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, terus menggerakkan roda perekonomian melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program yang telah digelar sebanyak 37 kali ini berhasil menghasilkan omzet mencapai Rp3,8 miliar.

Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri, menekankan bahwa program GPM adalah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT) jika terjadi lonjakan harga komoditas.

Bacaan Lainnya

“Jika ada kenaikan harga yang signifikan, kami siap menggunakan BTT dan akan berkomunikasi dengan agen-agen penjual untuk memberikan subsidi,” kata Bachril.

Selain GPM, Pemerintah Kabupaten Bogor juga meluncurkan program gerakan tanam pangan untuk menekan harga komoditas yang mengalami kenaikan. GPM menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran, seperti beras SPHP yang dijual dengan harga Rp54 ribu per 5 kilogram.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menjelaskan bahwa melalui GPM, pihaknya telah menjual 264.957 kilogram berbagai komoditas pangan. “Total omzet hampir Rp3,8 miliar dari penjualan produk,” ungkapnya saat penyelenggaraan GPM di Kantor Kecamatan Rumpin, Rabu (15/10/2024).

Bambam juga memaparkan rincian komoditas yang dijual, di antaranya:

  • 100 ton beras SPHP
  • 81 ton beras medium
  • 13,8 ton telur ayam ras
  • 3 ton daging ayam ras
  • 2 ton daging sapi
  • 35 ribu liter minyak goreng
  • 24 ribu kilogram gula pasir
  • 762 kilogram cabai rawit merah
  • 751 kilogram cabai merah keriting
  • 17 ribu kilogram bawang merah
  • 1.750 kilogram bawang putih

Program GPM ini juga memberikan subsidi distribusi pangan sebesar Rp2.000 per kilogram dari Pemerintah Kabupaten Bogor. “Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah, GPM juga diharapkan menjadi upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Bogor,” tambah Bambam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan