Cek Layanan Jelang Tahun Baru 2025, Komisi II DPRD Kota Bogor Sidak Perumda Tirta Pakuan

Wakil rakyat dari Komisi II DPRD Kota Bogor yang dipimpin oleh Abdul Kadir Hasbi Alatas bersama anggota Komisi II, Achmad Rifki Alaydrus, Syarif Hidayat Sastra dan Eka Wardhana melakukan sidak ke Perumda Tirta Pakuan dan Blok F Pasar Kebon Kembang, Selasa (24/12/2024). (Foto; Dok. DPRD Kota Bogor)

bogortraffic.com, BOGOR – Wakil rakyat dari Komisi II DPRD Kota Bogor yang dipimpin Abdul Kadir Hasbi Alatas bersama anggota lainnya, yakni Achmad Rifki Alaydrus, Syarif Hidayat Sastra, dan Eka Wardhana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perumda Tirta Pakuan dan Blok F Pasar Kebon Kembang pada Selasa (24/12/2024).

Sidak ini bertujuan untuk memastikan pelayanan dari dua badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut tetap prima selama pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Bacaan Lainnya

Abdul Kadir Hasbi menyoroti perlunya perbaikan di Pasar Blok F Kebon Kembang, termasuk promosi, pengelolaan selasar pasar, dan pengembangan infrastruktur. Salah satu perhatian utama adalah menjaga area selasar pasar tetap kosong untuk memperlancar mobilitas pengunjung.

“Kami menyarankan pedagang atau elemen lain yang saat ini berada di selasar dipindahkan ke kios-kios yang belum terisi. Ini agar ruang pasar bisa dimanfaatkan lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung,” ungkap Hasbi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan aksesibilitas dengan menyediakan jalur langsung dari area parkir Masjid Agung ke gedung Pasar Blok F. Langkah ini diharapkan mempermudah pengunjung dan meningkatkan pengalaman mereka selama berbelanja.

Hasbi juga mendorong pengelola pasar untuk meningkatkan promosi Pasar Blok F melalui platform digital. Menurutnya, digital marketing dapat memperkenalkan pasar kepada masyarakat lebih luas dan mendorong peningkatan kunjungan.

“Dengan promosi yang efektif, kunjungan masyarakat ke pasar akan meningkat, sehingga berdampak positif pada ekonomi lokal,” tambahnya.

Tak hanya itu, Komisi II juga mengusulkan pelatihan bagi pedagang untuk membantu mereka beradaptasi dengan teknologi modern. Pelatihan ini meliputi penggunaan sistem pembayaran digital, pengelolaan bisnis berbasis aplikasi, hingga pemasaran online.

“Kami ingin para pedagang memiliki keterampilan yang relevan di era ekonomi digital. Dengan begitu, mereka dapat bersaing lebih baik dan meningkatkan pendapatan,” kata Hasbi.

Masukan-masukan dari sidak ini diharapkan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Komisi II DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk terus mengawal pengelolaan pasar rakyat agar semakin modern, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta pedagang.

“Pengelolaan yang lebih baik ini penting untuk mewujudkan pasar rakyat yang lebih inovatif dan sejalan dengan perkembangan zaman,” tutup Hasbi.

Langkah Komisi II DPRD Kota Bogor ini menunjukkan komitmen nyata mereka untuk mendorong perbaikan di sektor pelayanan publik dan pengembangan ekonomi lokal melalui pasar rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan