bogortraffic.com, BOGOR – Kepala Sekolah SDN Bubulak 3 Kota Bogor, Erawati, terus berinovasi untuk mendorong siswa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui integrasi pendidikan berbasis lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yakni Pendidikan Berkualitas.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Botram, sebuah akronim dari Bawa Bekal Ompreng Tumbler Sendiri Asik Menyenangkan. Program ini mulai dilaksanakan setelah masa pandemi COVID-19 sebagai cara untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Menurut Erawati, Botram bertujuan mengurangi ketergantungan pada penggunaan plastik sekali pakai. “Kami mulai dari lingkungan sekolah. Saat siswa melakukan kegiatan jual beli, mereka tidak diperkenankan membawa makanan kemasan ke dalam sekolah,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Radar Bogor.
Program ini juga disosialisasikan kepada para pedagang di sekitar sekolah. Para pedagang diminta untuk tidak melayani siswa yang tidak membawa wadah makanan seperti ompreng atau tumbler.
Selain ramah lingkungan, Botram juga bertujuan melatih kemandirian siswa. Erawati menjelaskan bahwa siswa yang membawa bekal sendiri diajarkan untuk mencuci wadah makanan dan tumbler mereka setelah digunakan.
“Di sekolah, kami sediakan banyak wastafel untuk mempermudah siswa. Hal ini juga melatih mereka agar terbiasa mandiri dan bertanggung jawab,” katanya.
Erawati berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti di sekolah tetapi juga diterapkan di rumah. Ia mengajak para orang tua untuk turut mendukung dan menjadikan gerakan ini sebagai langkah kolektif bersama.
“Semoga kebiasaan ini bisa menjadi budaya sehari-hari, sehingga gerakan pendidikan berbasis lingkungan ini dapat berdampak lebih luas,” pungkasnya.
Program Botram di SDN Bubulak 3 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan lingkungan dapat diintegrasikan dalam kegiatan sekolah, sekaligus melatih siswa untuk menjaga kebersihan dan mengembangkan karakter yang mandiri.





