Menteri Maman Minta UMKM Kokohkan Pasar Lokal Sebelum Gempur Pasar Global

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengh (UMKM) Maman Abdurrahman saat dikegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, pada Selasa (1/9).

bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya pengusaha UMKM membangun fundamental usaha yang kuat dan memperkokoh pasar domestik sebelum melangkah ke pasar internasional. Hal itu disampaikannya dalam acara Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9).

​Menteri Maman menegaskan dukungannya terhadap upaya UMKM menembus pasar global, namun kualitas produk di dalam negeri harus dipastikan matang agar ekspor berjalan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

​“Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” ujar Menteri Maman.

​Menurutnya, pasar dalam negeri berfungsi sebagai wadah untuk menguji konsistensi produk, kapasitas produksi, dan tata kelola usaha.

​“Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” katanya.

​Ia juga menyiagakan pasar lokal sebagai fondasi utama ekonomi nasional.

​“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” tegas Menteri Maman.

​Untuk mendukung pengembangan kapasitas ini, Kementerian UMKM menghadirkan platform terintegrasi SAPA UMKM agar pelaku usaha dapat mengakses legalitas, pembiayaan, hingga pemasaran digital tanpa harus ke pusat.

​“SAPA UMKM kami hadirkan supaya pengusaha UMKM di seluruh Indonesia tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan akses layanan pemerintah. Pemerintah harus hadir dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka,” tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang menyampaikan bahwa dari sekitar 100 ribu data UMKM di SMESCO, sebanyak 267 UMKM teridentifikasi siap ekspor.

​“Dari sekitar 100 ribu data UMKM yang ada di SMESCO, saat ini sudah terpetakan 267 UMKM yang siap ekspor. Melalui kegiatan seperti Kopdar Ekspor ini, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah, baik dari sisi jumlah maupun variasi produk,” ujar Doddy.

​Doddy menambahkan, SMESCO terus mendampingi UMKM mengatasi kendala pembiayaan dan perizinan.

​“Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan