bogortraffic.com, TANGERANG – Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan bahwa perdagangan yang kuat dibangun bukan hanya melalui besarnya nilai transaksi, melainkan melalui kepercayaan yang tumbuh dari waktu ke waktu.
Hal itu disampaikan Ia ungkapkan saat sambutan diacara seminar bertema “Menembus Hambatan, Menjaga Pasar Ekspor Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)” pada Jumat (16/10/2026) dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.
“Perdagangan internasional tidak selalu berjalan seperti harapan, bisa saja muncul hambatan dari negara tujuan ekspor. Kepercayaan yang terjalin antara pemerintah dan dunia usaha akan menguatkan perdagangan,” jelas Wamendag Roro.
Wamendag Roro mendorong peserta seminar untuk mengoptimalkan agenda seminar dan forum bisnis serta membangun jejaring dengan perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag).
“Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui unit kerjanya dan perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag) merupakan fasilitator bagi pelaku usaha. Pesan saya, tetap optimalkan peluang ekspor dan bangun jejaring dengan perwadag, terlebih perwadag hadir dalam TEI untuk memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching),” ujar Wamendag Roro.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, menyampaikan bahwa 46 perwadag RI di 33 negara siap membantu meriset pasar dan mempertemukan produk Indonesia dengan buyer. Dalam dua tahun terakhir, Kemendag berhasil mengamankan potensi penerimaan ekspor senilai lebih dari Rp8 triliun dari penanganan 60 kasus hambatan perdagangan.
“Hambatan perdagangan yang tentu memunculkan tantangan bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, hal tersebut perlu dihadapi dengan kerja sama semua pemangku kepentingan. Diharapkan forum bisnis ini dapat terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi erat pemerintah dan pelaku usaha untuk membuka peluang ekspor Indonesia ke pasar dunia,” tambah Tommy.
Direktur Pengamanan Perdagangan, Reza Pahlevi Chairul, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) untuk mendeteksi potensi hambatan perdagangan sejak awal.
“Ditjen Perdagangan Luar Negeri, melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) juga mendorong penguatan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) untuk mendeteksi potensi penerapan trade remedies dan hambatan perdagangan oleh negara mitra sejak awal. Sistem ini diharapkan membantu pemerintah dan dunia usaha mengidentifikasi risiko, menyiapkan langkah pencegahan, serta menyusun strategi respons tanggapan yang tepat dan terkoordinasi,” ujar Reza.





