Dorong Ekspor Nasional, Kemendag Fasilitasi Konsultasi Bisnis di TEI 2026

Kemendag dorong eksportir manfaatkan business counseling di TEI 2026 untuk memperluas pasar ekspor global.

bogortraffic.com, TANGERANG – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mendorong pelaku usaha Indonesia memanfaatkan kegiatan konsultasi bisnis (business counseling) untuk memperluas akses pasar ekspor dan membuka peluang bisnis baru di pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, saat membuka kegiatan “Business Counseling with Republic of Indonesia Trade Representatives” dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Bacaan Lainnya

Puntodewi menyampaikan, kinerja perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026 menunjukkan perkembangan positif dengan total ekspor mencapai USD 193,64 miliar dan surplus neraca perdagangan sebesar USD 7,25 miliar.

“Peningkatan ekspor tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan nilai perdagangan, tetapi juga dengan upaya memperbesar kontribusi Indonesia dalam perdagangan dunia. Saat ini, pangsa ekspor Indonesia di pasar dunia masih berada pada kisaran 1–1,1 persen. Artinya, peluang untuk meningkatkan kontribusi produk Indonesia di pasar internasional masih sangat besar,” ujar Puntodewi.

Menurutnya, konsultasi bisnis ini menghadirkan perwakilan perdagangan Indonesia dari 33 negara serta perwakilan KBRI Kyiv dan KBRI Lima untuk memfasilitasi kebutuhan para eksportir lokal.

“Melalui konsultasi bisnis, pelaku usaha dapat melakukan konsultasi langsung dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memperoleh masukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar tujuan. Kami berharap konsultasi ini dapat membantu pelaku usaha menentukan langkah yang tepat dalam mengembangkan bisnis ekspornya,” kata Puntodewi.

“Kami berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan perdagangan dan menggali masukan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Kami ingin kesempatan ini menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kerja sama dan memperluas jangkauan ekspornya,” ungkap Puntodewi.

Ia menekankan agar para pelaku usaha segera menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan langkah konkret demi menyempurnakan strategi bisnis.

“Kami berharap konsultasi bisnis ini dapat menjadi langkah awal bagi terbangunnya kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dan perwakilan RI di luar negeri, makin banyak produk Indonesia diharapkan mampu berkembang dan memperkuat posisinya di pasar global,” tutup Puntodewi.

Salah satu perwakilan perdagangan, Kepala ITPC Santiago Annisa Fitri Wulandari, menegaskan kesiapannya membantu penetrasi produk lokal ke pasar Cili dan Amerika Latin, termasuk pemanfaatan kesepakatan IC-CEPA.

“Melalui konsultasi bisnis ini, kami berharap para eksportir, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai, dapat memanfaatkan peluang pasar Cili untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Kami juga siap menjadi jembatan bagi eksportir Indonesia, termasuk UMKM, dalam memasuki pasar Cili dan menghadapi berbagai kendala perdagangan,” ujar Annisa.

Peserta dari Rumah Tenun Magelang (Rutema), Rif Fadka Ridwan, turut mengapresiasi forum ini karena mendapat wawasan mengenai preferensi konsumen di pasar Amerika Serikat.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang minat pasar Amerika terhadap produk kerajinan kami, termasuk harga yang sesuai, serta memperoleh akses ke calon buyer, asosiasi, atau perusahaan pemasok hotel yang berpotensi menjadi mitra bisnis,” ujar Fadka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan