bogortraffic.com, SEMARANG – Penyerang Bali United, Marko Dugandzic, menilai timnya kehilangan kesempatan mendapatkan hasil lebih baik saat menghadapi Java United pada pekan kelima BRI Super League 2026/27. Menurutnya, tim sempat mengendalikan pertandingan, tetapi tidak selalu menjalankan pendekatan permainan yang tepat.
Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan tuan rumah Java United dengan skor ketat 2-3 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (16/10/2026) malam.
“Ya, seperti yang dikatakan pelatih, sebagian besar jalannya pertandingan kami yang menguasai permainan. Namun, Java United memang menjalankan rencana yang tepat, dan mereka melakukannya dengan sangat baik pada akhirnya,” ujar pemain asal Kroasia itu.
Bali United sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Teppei Yachida. Namun, Java United kembali memimpin lewat Gustavo Almeida sebelum kartu merah Kadek Arel makin menyulitkan posisi tim tamu hingga Kei Hirose menambah keunggulan lawan menjadi 3-1.
“Menurut saya, gol ketiga seharusnya tidak terjadi dalam kedudukan 2-1, kami masih punya peluang dalam pertandingan dan masih ada waktu untuk mencetak gol, tetapi gol ketiga itu terasa terlalu mudah,” imbuhnya.
Selain organisasi pertahanan pasca kartu merah, Dugandzic juga menyoroti efektivitas lini serang yang dinilainya terlalu sering terbawa skema lawan ketimbang mengandalkan kombinasi operan pendek.
“Ada beberapa momen di mana kami justru bermain mengikuti keinginan Java seperti melakukan umpan silang lambung dan hal-hal semacam itu. Padahal, saat kami mulai menyerang ke ruang kosong dan memainkan operan-operan pendek, kami mampu menciptakan lebih banyak peluang,” tutur Marko Dugandzic.
Gol balasan Jens Raven di penghujung laga tak mampu menyelamatkan Bali United dari kekalahan. Dugandzic menegaskan hasil ini harus menjadi pelajaran berharga untuk laga-laga berikutnya.
“Ya, pada akhirnya mereka yang meraih tiga poin. Kami harus belajar dari pengalaman ini dan tampil lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.





