bogortraffic.com, PADANG – Kementerian Perdagangan terus berkomitmen mendukung usaha mikro dan kecil (UMK) lokal dalam peningkatan kualitas produk agar berdaya saing dan mampu menembus pasar ekspor.
Bentuk komitmen ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Standardisasi Bidang Perdagangan bertema “Dari Minang Mendunia: Produk Berkualitas, Cita Rasa Berkelas Dunia” yang diselenggarakan di Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (8/10/2026).
Agenda kolaborasi Kemendag melalui Ditjen PKTN dan Pemkot Padang ini diikuti oleh 211 peserta UMK yang mendapatkan pembekalan mengenai mutu, standardisasi, persyaratan ekspor, desain kemasan, hingga strategi branding.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Padang, Syahrial Kamat, menyampaikan bahwa standardisasi dan mutu merupakan instrumen penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.
“Pemenuhan standar mutu bukanlah sebuah beban, melainkan instrumen utama untuk membangun kepercayaan konsumen, memperkuat citra produk, dan membuka pintu seluas-luasnya menuju pasar internasional,” ungkap Syahrial.
Lebih lanjut, Syahrial menekankan pentingnya menjaga identitas dan kualitas kuliner Minang di tengah era kompetitif.
“Kita ingin menawarkan the taste of experience, pengalaman cita rasa kuliner Minang yang autentik kepada masyarakat dunia. Namun, di era kompetitif ini, memproduksi makanan lezat saja tidak cukup,” tambahnya.
Secara terpisah, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, mengungkapkan bahwa standardisasi dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMK.
“Produk UMK daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global. Keunikan dan identitas lokal merupakan kekuatan yang harus dipertahankan, tetapi pada saat yang sama harus diperkuat dengan kualitas yang konsisten, pemenuhan standar, keamanan produk, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,” ujar Moga.
Moga menambahkan bahwa kesiapan ekspor harus didukung dari berbagai aspek guna mewujudkan semangat Dari Lokal Untuk Global.
“Kita ingin makin banyak produk lokal yang mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, UMK perlu dipersiapkan agar tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu membuktikan kualitasnya, memenuhi persyaratan pasar, dan membangun kepercayaan konsumen. Inilah semangat Dari Lokal Untuk Global,” ungkapnya.
Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Sukoco, turut menggarisbawahi keunikan produk daerah sebagai modal ekspor.
“Produk UMKM daerah memiliki keunikan dan kekuatan yang menjadi modal untuk bersaing di pasar global. Potensi tersebut perlu didukung dengan kualitas produk, kemasan, branding, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,” ujarnya.
Salah satu peserta UMK asal Kecamatan Koto Tangah, Sulastri, menyambut positif kegiatan ini dan optimistis akan potensi produk khas Sumatra Barat lainnya.
“Selama ini, rendang memang sudah sangat dikenal dan identik dengan Sumatra Barat. Namun, masih banyak produk lainnya, seperti kalio dan berbagai makanan khas daerah yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan diperkenalkan hingga ke pasar ekspor,” ujar Sulastri.





