Kerja Sama Biosekuriti Indonesia-Selandia Baru Dorong Akses Pasar Komoditas Unggulan

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dan pejabat Selandia Baru di Jakarta, Selasa (1/9).

bogortraffic.com, JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Industri Primer Selandia Baru (MPI) memperkuat kolaborasi biosekuriti sekaligus mendorong perluasan akses pasar komoditas unggulan Indonesia ke Selandia Baru.

Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dan pejabat Selandia Baru di Jakarta, Selasa (1/9).

Bacaan Lainnya

​Karding menegaskan pentingnya pengalaman Selandia Baru dalam membangun sistem karantina yang kuat demi perlindungan sektor pertanian hingga kehutanan.

​“Kami melihat Selandia Baru sebagai mitra strategis. Pengalaman dan praktik biosekuriti Selandia Baru dapat menjadi benchmark bagi Indonesia dalam memperkuat sistem karantina,” ujar Karding.

​Kepala MPI Selandia Baru, Ray Smith, menyambut positif langkah kerja sama ini untuk memastikan keamanan perdagangan antarnegara.

​“Penguatan biosekuriti merupakan fondasi penting bagi perdagangan yang aman dan berkelanjutan. Selandia Baru menyambut baik peluang untuk terus membangun hubungan dengan Badan Karantina Indonesia melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman,” ujar Ray Smith.

​Kolaborasi kedua negara berfokus pada tiga area utama:

  • ​Penyelarasan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan protokol kesehatan hewan, ikan, serta tumbuhan.
  • ​Pelatihan teknis deteksi dini dan manajemen laboratorium penyakit strategis (PMK, LSD, dan Brucellosis).
  • ​Penerapan E-Certificate dan tindakan karantina pre-border.

​Penguatan kapasitas ini juga mendukung agenda pengembangan peternakan sapi perah nasional, termasuk rencana impor sapi dari Selandia Baru secara aman.

​Di sisi ekonomi, langkah ini ditargetkan menekan defisit perdagangan Indonesia yang tercatat mencapai USD351 juta pada 2024.

Beberapa komoditas unggulan yang didorong masuk ke pasar Selandia Baru meliputi sarang burung walet, produk perikanan, rempah-rempah, hingga buah-buahan tropis seperti mangga, manggis, salak, dan pisang.

​“Barantin siap mengawal penuh implementasi kolaborasi dengan Kementerian Industri Primer Selandia Baru untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara,” tegas Karding.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan