bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memfasilitasi pemulihan usaha bagi para pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara melalui program terintegrasi yang mencakup penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan akses pembiayaan.
Program yang diselenggarakan melalui Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM tersebut melibatkan 638 pengusaha UMKM di Sumatera Barat dan 270 pengusaha UMKM di Sumatera Utara. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana berjalan secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas usaha seperti sebelum bencana, tetapi juga perlu meningkatkan kemampuan pengusaha UMKM dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi.
“Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan,” ujar Riza dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurut Riza, pendekatan tersebut diperlukan agar pengusaha UMKM tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing. Oleh karena itu, Kementerian UMKM turut mengoptimalkan ekosistem kewirausahaan daerah dan pemanfaatan sarana pendukung digital.
“Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha,” katanya.
Di Sumatera Barat, program pemulihan dilaksanakan di Bukittinggi, Kamis (15/10/2026), yang mencakup UMKM dari Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota. Sementara program di Sumatera Utara melibatkan pelaku UMKM dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui pendampingan ini, para peserta memperoleh pelatihan pola pikir kewirausahaan, penguatan digitalisasi, hingga strategi transaksi melalui Katalog Elektronik agar siap mengakses pembiayaan formal dan menggerakkan perekonomian daerah kembali.





