BRIN Dorong Hilirisasi Teknologi Air untuk Perkuat Ketahanan Air

Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN].

bogortraffic.com, BOGOR — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan hilirisasi teknologi air melalui Forum BRIN Goes to Industry (BGTI) 6.

Forum ini mempertemukan periset BRIN dengan dunia usaha, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, air merupakan sumber daya strategis yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan pangan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga keberlanjutan pembangunan nasional.

“Ketahanan air tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Kita membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar air dapat dikelola secara lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Arif.

Menurutnya, Indonesia perlu menguasai teknologi di seluruh rantai pengelolaan air, mulai dari pemantauan sumber daya air, konservasi, pengolahan air baku, penyediaan air bersih dan air minum, pengolahan limbah, hingga pemanfaatan kembali air.

Melalui BGTI 6, BRIN memperkenalkan sejumlah teknologi air hasil riset, antara lain Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pemetaan dan penelusuran sumber air, teknologi desalinasi, Air Siap Minum (ARSINUM), serta teknologi membran pengolahan air bersih.

Arif menegaskan, hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai keluaran riset. Teknologi harus dikembangkan hingga siap digunakan melalui peningkatan kesiapan teknologi, pengujian dan standardisasi, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis, hingga proses hilirisasi.

“Ukuran keberhasilan riset pada akhirnya bukan hanya pada ditemukannya teknologi, tetapi sejauh mana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak,” katanya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi air secara mandiri penting karena persoalan air di Indonesia memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.

“Kita perlu memastikan teknologi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan Indonesia secara tepat dan efektif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dari luar,” ujarnya.

BGTI 6 juga menjadi ruang intermediasi untuk mempertemukan kemampuan riset BRIN dengan kebutuhan industri.

Masukan dari dunia usaha diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi yang lebih relevan, efisien, ramah lingkungan, dan tepat guna.

Dengan langkah tersebut, BRIN berharap hilirisasi teknologi air dapat semakin cepat sehingga hasil riset memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian teknologi Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan