bogortraffic.com, BOGOR — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan deretan inovasi unggulan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan kepada mahasiswa IPB University dalam ajang AGVENTURE 2026.
Kegiatan kolaboratif bersama IAAS LC IPB ini mengusung tema ‘Beyond the Mud: Farming as the Backbone of Global Stability’ guna mengedukasi generasi muda terkait modernisasi sektor agribisnis dan akuakultur.
Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Fahrurrozi, menegaskan keberlanjutan sektor pangan membutuhkan riset aplikatif serta regenerasi peneliti muda.
”Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperjelas bagaimana BRIN kenalkan hasil riset pertanian AGVENTURE 2026 sebagai fondasi pembangunan pertanian modern sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa,” ujar Fahrurrozi.
Dalam forum tersebut, BRIN memaparkan sejumlah inovasi varietas tanaman berproduksi tinggi hingga 10 ton per hektare seperti padi Sidenuk, Tropiko, dan Pablas BRIN 1, varietas kedelai Mutiara, serta jagung hibrida HJBRIN 101.
Di sektor akuakultur, Peneliti BRIN Huria Marnis memaparkan teknologi budidaya air tawar terintegrasi:
- Sistem Budidaya Terintegrasi: Pemanfaatan panel surya, mini Recirculating Aquaculture System (RAS), dan Internet of Things (IoT) untuk efisiensi energi budidaya nila.
- Teknologi Benih & Tambak: Pengembangan lele hibrida, nila salin untuk revitalisasi tambak Pantura, serta sistem minapadi dan akuaponik.
- Inovasi Pangan & Budidaya Laut: Pemanfaatan teripang gamat untuk farmasi, udang superintensif, hingga produk olahan seperti beras analog ubi kayu dan cokelat probiotik.
Selain menyimak paparan riset, para peserta diajak melakukan peninjauan langsung ke Laboratorium Genomik serta fasilitas Raiser Budidaya Air Tawar BRIN.
Melalui interaksi lapangan ini, BRIN berharap dapat memacu ketertarikan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi pertanian dan akuakultur berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional.





