CKG di Sekolah, Dinkes Kota Bogor Sebut Banyak Siswa Kurang Gerak

Pemkot Bogor menggelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang dilaksanakan secara serentak di Kota Bogor, Rabu (26/8/2026).

bogortraffic.com, KOTA BOGOR — Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah untuk mendeteksi kondisi kesehatan pelajar sejak dini.

Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, program tersebut menyasar 701 sekolah dan madrasah, terdiri dari 351 SD/MI, 175 SMP/MTs, serta 175 SMA/SMK/MA dengan total sasaran 227.045 siswa kelas 1 hingga kelas 12.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan pembaruan capaian hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau 28,9 persen dari total sasaran telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan,” ujar Erna.

Sementara itu, pelaksanaan CKG pada 2025 telah menjangkau 115.543 anak atau 61,42 persen dari sasaran.

Hasil pemeriksaan 2025 menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang masih ditemukan pada pelajar. Karies gigi menjadi salah satu temuan terbesar dengan angka 48,79 persen, disusul hipertensi dan pra-hipertensi 24,22 persen serta anemia 16,87 persen.

Selain itu, ditemukan gangguan gula darah 10,08 persen, gizi lebih dan obesitas 8,24 persen, serta gizi kurang atau buruk 8,21 persen.

Persoalan aktivitas fisik juga menjadi perhatian. Sebanyak 70,65 persen siswa tercatat kurang aktivitas fisik, sementara 71,4 persen memiliki tingkat kebugaran rendah. Gangguan penglihatan, pendengaran, paparan asap rokok pasif hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa juga menjadi temuan yang perlu ditindaklanjuti.

“Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah,” kata Erna.

Menurutnya, salah satu tindak lanjut dilakukan melalui Aksi Bergizi, terutama untuk mencegah anemia, meningkatkan aktivitas fisik, serta membiasakan siswa mengonsumsi sarapan dengan gizi seimbang.

Pemkot Bogor melibatkan berbagai pihak dalam program tersebut, mulai dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, KCD Wilayah II Jawa Barat, camat, lurah, hingga Tim Pembina UKS/M.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sekaligus mendukung tumbuhnya generasi Kota Bogor yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan