bogortraffic.com, BOGOR – Seorang warga menjadi korban pemukulan oleh dua pria yang diduga merupakan debt collector atau mata elang di kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian dan saat ini kasusnya sedang dalam proses penyelidikan.
“Benar, korban sudah membuat laporan. Saat ini masih dalam proses lidik (penyelidikan). Motifnya masih didalami dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga masih berjalan,” ujar Kombes Eko saat dikonfirmasi pada Rabu (11/6/2025).
Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat sejumlah orang berkerumun di pinggir jalan raya. Mereka tampak berjaga dan memerhatikan setiap kendaraan yang melintas, diduga tengah mencari target kendaraan untuk ditarik.
Menurut keterangan akun yang mengunggah video tersebut, insiden pemukulan terjadi di depan Depo Bangunan, kawasan Ciawi, Bogor. Peristiwa disebut dipicu oleh upaya perebutan sepeda motor yang hendak ditarik secara paksa oleh pihak yang diduga sebagai oknum penagih utang.
Video berlanjut dengan tayangan seorang pria yang mengalami luka di bagian hidung, diduga kuat merupakan korban pemukulan. Pria tersebut tampak tengah menjalani perawatan medis di sebuah klinik.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, membenarkan bahwa korban telah menjalani visum setelah membuat laporan ke polisi.
“Betul, korban baru kemarin melapor dan sudah dilakukan visum. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami sedang melakukan identifikasi terhadap saksi dan terduga pelaku yang berada di lokasi kejadian,” jelas AKP Aji saat dihubungi secara terpisah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami motif serta mencari tahu identitas pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan tindakan premanisme atau penarikan kendaraan secara paksa yang meresahkan.





