Tingkatkan Fasilitas dan Keamanan Kandang, Tarif Masuk Ragunan Direncanakan Naik Jadi Rp10.000

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.

bogortraffic.com, JAKARTA – Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyepakati rencana penyesuaian tarif masuk demi membenahi fasilitas, keamanan, dan standar layanan bagi pengunjung serta satwa.

​Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai penyesuaian harga tiket penting untuk memperbaiki berbagai sarana publik hingga mengevaluasi sektor keamanan kandang pascainsiden anak terjatuh di area gajah pada Mei 2026.

Bacaan Lainnya

​“Ini menjadi catatan kami, dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” tutur Kenneth.

​Ia menambahkan, penyesuaian tarif ini dapat menekan beban subsidi APBD DKI Jakarta yang selama ini menanggung hingga 70 persen biaya operasional, sekaligus memacu Ragunan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mandiri.

​“Harapan kami, dengan adanya peningkatan tarif ini, Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” ungkap Kenneth.

​Kenneth juga menyoroti pentingnya pengalokasian pendapatan baru untuk perbaikan sanitasi, kesejahteraan petugas, program pemuliaan satwa, hingga penambahan jumlah dokter hewan yang saat ini hanya berjumlah delapan orang untuk melayani lebih dari 2.200 satwa.

​“Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tegas Kenneth.

​Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menjelaskan bahwa tarif masuk saat ini sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak sudah tidak pernah naik selama 20 tahun. DPRD merencanakan penyesuaian tarif di kisaran Rp10.000.

​“Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” kata Dimaz.

​“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000, rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” ujar Dimaz.

​Sementara itu, Kepala TMR, drh. Endah Rumiyanti, menyambut positif wacana tersebut demi merealisasikan masterplan pengembangan kawasan.

​“Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen,” ungkap Endah.

​“Tujuan utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif,” imbuh Endah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan