Tanggap Darurat Aceh 14 Hari, Kementerian PU Kerahkan 31 Alat Berat Gabungan

Kementerian PU mobilisasi 31 alat berat. Fokus pemulihan akses jalan, normalisasi sungai, dan keselamatan warga.

bogortraffic.com, ACEHKementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan dukungan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Peningkatan ini dilakukan menyusul penetapan status Tanggap Darurat oleh Pemerintah Aceh selama 14 hari, terhitung mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa langkah cepat telah diambil sejak laporan terjadinya bencana diterima, menindaklanjuti penekanan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya penanganan bencana yang cepat, tepat, dan menyeluruh.

Bacaan Lainnya

“Kami memastikan seluruh jajaran teknis bergerak cepat. Prioritas kami adalah menjaga konektivitas, mengamankan lokasi terdampak, dan memastikan keselamatan warga,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh menambah pengerahan alat berat untuk memastikan akses masyarakat dapat segera dipulihkan.

Secara total, sebanyak 31 unit alat berat telah dimobilisasi BPJN Aceh di lapangan, yang tersebar melalui tiga wilayah kerja:

  • PJN I: 17 unit (meliputi 2 Loader, 4 Excavator, 1 Trado, dan 10 Dump truck).

  • PJN II: 4 unit (terdiri dari 3 Loader dan 1 Backhoe loader).

  • PJN III: 10 unit (termasuk 3 Loader, 3 Dump truck, 1 Excavator, 1 Grader, 1 Crane, dan 1 mobil Pick up).

Berdasarkan koordinasi terbaru dengan BPBD di beberapa kabupaten, Kementerian PU menerima usulan dukungan peralatan untuk titik-titik penanganan prioritas:

  • Satu unit alat berat tambahan akan dikerahkan Jumat (28/11/2025) untuk pembersihan lumpur dan sampah banjir di Aceh Tenggara.

  • Dua unit alat berat telah berada di lokasi bencana Kabupaten Pidie Jaya yang dimobilisasi oleh BWS Sumatera I.

  • Menindaklanjuti permintaan Kepala Dinas PU Aceh Barat, Kementerian PU juga akan mengerahkan 1 unit alat berat tambahan dari mitra kerja terdekat untuk mendukung percepatan penanganan banjir di Aceh Barat.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan bahwa upaya perbaikan darurat dilakukan secepat mungkin.

“Penanganan darurat kami lakukan dengan cepat agar akses jalan dan jembatan yang terdampak dapat segera pulih, terutama jalur utama yang vital bagi mobilitas warga dan distribusi logistik,” ujar Heri.

Saat ini tim BPJN Aceh dan BWS Sumatera I yang telah berada di sejumlah lokasi terdampak bencana telah melakukan penanganan dengan fokus pembersihan material longsoran, normalisasi saluran drainase, penanganan titik rawan, dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Kementerian PU berkomitmen akan terus memantau kondisi di lapangan dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Aceh, BPBD, BNPB, serta seluruh instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan