bogortraffic.com, LOMBOK TIMUR — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan TN Gunung Rinjani yang melanda kawasan Resor Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Laporan kemunculan titik api di kawasan Maletan pertama kali diterima dari masyarakat pada Jumat (7/8/2026) sore. Berdasarkan pengamatan awal, luas areal terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare dengan vegetasi terdampak didominasi oleh semak, perdu, dan liana.
Guna mengendalikan api, sebanyak 35 personel gabungan yang terdiri dari petugas Balai TNGR, Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, BPBD, Damkar Lombok Timur, hingga Masyarakat Mitra Polhut dikerahkan ke lokasi.
Operasi pemadaman dan pemantauan terus dilanjutkan menggunakan drone serta armada pemadam hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari. Sekitar pukul 01.30 WITA, tim gabungan yang dipimpin Kapolres Lombok Timur bersama Kepala SPTN Wilayah II berhasil mengendalikan pergerakan api.
Petugas di lapangan langsung melakukan prosedur mopping up (penyisiran) untuk memadamkan sisa material serta bara yang berpotensi memicu api kembali menyala.
Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
”Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Pemantauan dan mopping up tetap kami lakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang menyala kembali,” ujar Budhy.
Kementerian Kehutanan memastikan pemantauan berkala akan terus dilakukan di sekitar kawasan Resor Sembalun dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) personel.
Pihak Balai TNGR juga mengimbau warga sekitar serta para pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.





