bogortraffic.com, BOGOR — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membuka peluang menambah alokasi bantuan bedah rumah di Kabupaten Bogor untuk mempercepat penanganan sekitar 746 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepastian penambahan bantuan akan diputuskan setelah pemerintah mengevaluasi kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menjalankan program tersebut.
Maruarar mengatakan, Kabupaten Bogor membutuhkan perhatian khusus karena menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 5,76 juta jiwa.
“Tadi backlog yang tidak punya, yang RTLH di Bogor ada 746 ribu, masih besar sekali,” ujar Maruarar.
Berdasarkan evaluasi sementara, terdapat sekitar 746 ribu RTLH di Kabupaten Bogor yang masih membutuhkan penanganan. Pemerintah pusat dan daerah pun akan memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat.
Maruarar mengungkapkan, alokasi bantuan bedah rumah untuk Kabupaten Bogor meningkat signifikan. Pada tahun lalu, bantuan mencapai 1.346 unit, sedangkan tahun ini meningkat menjadi sedikitnya 6.396 unit.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengurangan RTLH sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Pemerintah masih membuka peluang penambahan kuota apabila hasil evaluasi menunjukkan Pemkab Bogor siap melaksanakan program secara tepat sasaran, cepat, dan berkualitas.
“Nanti kita pelajari kesiapannya. Kalau memang siap, kita masih ada alokasi. Minggu depan kita kasih kepastiannya,” kata Maruarar yang akrab disapa Ara.





