Puncak HKAN 2026, Menhut Raja Juli Dorong Evaluasi dan Inovasi Pembiayaan Konservasi

Menhut Raja Juli Antoni tegaskan pentingnya evaluasi dan inovasi pembiayaan konservasi alam pada puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

bogortraffic.com, JAKARTAKementerian Kehutanan meneguhkan komitmen melestarikan keanekaragaman hayati melalui evaluasi dan transformasi upaya konservasi dalam peringatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

​Mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Indonesia”, acara ini turut dirangkaikan dengan Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkup Kementerian Kehutanan.

Bacaan Lainnya

​Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa HKAN bukan sekadar momentum perayaan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk mengevaluasi kinerja serta efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

​”HKAN harus dijadikan waktu untuk mengevaluasi misi dan kementerian kita, sejauh mana kita sudah bekerja dengan sungguh-sungguh dan inovatif. Indikator keberhasilannya harus nyata, mulai dari peningkatan populasi satwa hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Menhut Raja Juli Antoni pada Peringatan HKAN 2026, Kamis (20/8/2026).

​Menghadapi kompleksitas krisis iklim dan penyusutan keanekaragaman hayati, Menhut mendorong pengembangan skema pembiayaan baru yang tidak lagi bergantung pada metode konvensional:

  • Investasi Hijau & Nilai Karbon: Mengoptimalkan skema nilai ekonomi karbon serta kerja sama pendanaan hijau guna mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
  • Perlindungan Spesies Kunci: Populasi spesies seperti badak jawa, harimau sumatera, orangutan, dan gajah asia menunjukkan tren positif melalui kelahiran individu baru di berbagai kantong habitat.
  • Aksi Nyata Lapangan: Rangkaian puncak acara ditandai dengan aksi pelepasliaran burung ke habitat alami serta penanaman pohon bersama.

​Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kementerian Kehutanan dan mitra dunia usaha dalam menjaga biodiversitas Nusantara.

​Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menambahkan bahwa 74 UPT Ditjen KSDAE di seluruh Indonesia telah melakukan aksi pemulihan ekosistem, pelepasliaran satwa, dan edukasi masyarakat secara masif.

​Melalui peringatan HKAN 2026, Kementerian Kehutanan mengajak seluruh elemen—pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, hingga dunia usaha—untuk memperkuat barisan dalam merawat kekayaan alam Indonesia demi generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan